Upacara HUT RI ke-81, Jejak Juang Pahlawan Terus Menyala, SDN Rappokalling 67/1 Kobarkan Semangat Kemerdekaan

BN Online, Makassar—Di tengah hiruk-pikuk kota yang serba cepat, UPT SPF SDN Rappokalling 67/1, Makassar, menjelma menjadi lautan semangat perjuangan pada Senin pagi, 17 Agustus 2026. Seluruh guru, staf, dan ratusan siswa-siswi memadati lapangan sekolah dengan penuh khidmat dalam upacara bendera peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81.

Dengan tema “Semangat juang para pahlawan menjadi inspirasi bagi generasi penerus untuk terus belajar, berkarya, dan membangun negeri,” momen sakral ini menjadi pengingat bahwa kemerdekaan bukan sekadar sejarah, melainkan tanggung jawab yang harus dirawat.

Bertindak sebagai pembina upacara, Kepala SDN Rappokalling 67/1, Muhammad Amir, S.Pd., M.Pd., tampil berwibawa dengan balutan seragam cokelat khas dinas. Di hadapan barisan siswa yang tertib dan penuh semangat, ia menyampaikan amanat yang menggugah jiwa.

“Pada usia 81 tahun ini, Indonesia tidak membutuhkan sekadar anak pintar. Indonesia butuh anak-anak yang berkarakter, yang memiliki keberanian seperti pahlawan kita dahulu. Semangat mereka bukan untuk mengangkat senjata, tetapi untuk mengangkat derajat bangsa melalui ilmu pengetahuan dan akhlak mulia,” ujar Muhammad Amir dengan lantang, disambut sorak-sorai siswa yang membahana.

Lebih lanjut, Muhammad Amir menjelaskan bahwa peringatan tahun ini memiliki arti istimewa karena bertepatan dengan momen refleksi bagi generasi alpha yang kini mendominasi ruang kelas. “Kalian adalah pemimpin di usia 81 tahun kemerdekaan ini. Jadikan setiap buku yang kalian baca sebagai peluru, dan setiap prestasi yang kalian raih sebagai kemenangan,” tambahnya.

Selain itu, upacara bendera bukan satu-satunya agenda. Pihak sekolah menyiapkan rangkaian kegiatan yang memadukan nasionalisme dengan kreativitas kekinian. Usai upacara, para siswa berlomba dalam pentas seni bertema perjuangan, mulai dari paduan suara lagu-lagu wajib nasional hingga pertunjukan drama kolosal yang menceritakan kembali peristiwa Proklamasi.

Yang paling menyita perhatian adalah aksi sosial “Pojok Berbagi” yang digagas oleh para guru. Seluruh siswa diajak mengumpulkan donasi buku tulis dan alat tulis yang nantinya akan disalurkan ke daerah-daerah 3T (Terdepan, Terpencil, dan Tertinggal) di Sulawesi Selatan.

“Ini adalah bentuk nyata bahwa berkarya tidak harus besar. Berbagi dari hal kecil adalah wujud cinta tanah air,” tutur salah satu panitia kegiatan.

Meski demikian, terik matahari Makassar yang menyengat tidak menyurutkan langkah siswa-siswi untuk mengikuti seluruh rangkaian acara hingga usai. Dengan keringat yang membasahi seragam putih-merah mereka, para siswa tetap tegap mengikuti arahan petugas upacara.

Sambungnya, Ketua OSIS sekolah, Andi Naufal, menyampaikan kesannya. “Kami mungkin tidak merasakan langsung perang fisik seperti pahlawan, tapi kami bisa berperang melawan kemalasan dan kebodohan. Ini cara kami berterima kasih kepada jasa para pahlawan.”ujarnya.

Di akhir kegiatan, Harapan besar disampaikan oleh Muhammad Amir, S.Pd., M.Pd. bagi seluruh warga sekolah dan bangsa Indonesia.

“Saya berharap, di usia 81 tahun ini, Indonesia benar-benar menjadi negeri yang adil, berdaulat, dan makmur. Bukan hanya slogan, tetapi harus terwujud dari rumah-rumah kita, dari sekolah-sekolah kita. Mari kita isi kemerdekaan ini dengan kebaikan, inovasi, dan persatuan. Karena perjuangan kita hari ini adalah bentuk kemerdekaan hakiki bagi anak cucu kita kelak.”cetusnya.

Dengan rona haru dan kebanggaan, upacara ditutup dengan yel-yel semangat yang menggema di seluruh sudut sekolah. Dirgahayu Indonesia! 81 Tahun, Indonesia Adil, Berdaulat, dan Makmur!

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *