Semangat Gotong Royong Mengalir di SDI Batua I, Siswa dan Guru Kompak Bersihkan Sekolah Usai Olahraga Pagi

BN Online, IMakassar –Suasana berbeda terlihat di UPT SPF SD Inpres Batua I Makassar, Rabu pagi (19/08/2026). Setelah keringat membasahi tubuh usai senam dan olahraga bersama, para siswa dan guru tak langsung bergegas masuk kelas. Justru, mereka kompak bahu-membahu turun membersihkan lapangan dan seluruh area sekolah. Semangat gotong royong kembali terasa hangat di lingkungan pendidikan ini.

Kegiatan bersih-bersih ini bukan sekadar seremonial, melainkan rutinitas harian yang telah mengakar kuat. Setiap pagi sebelum Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dimulai, siswa sudah dibagi dalam tim piket untuk membersihkan ruang kelas, lorong, halaman, hingga toilet. Namun yang istimewa, usai senam dan olahraga bersama, seluruh siswa kembali turun tangan membersihkan lapangan dan area yang digunakan, dengan didampingi penuh oleh para guru.

Kepala UPT SPF SD Inpres Batua I Makassar, Mahmuddin, A. Ma, S.Pd., mengapresiasi kekompakan luar biasa tersebut. Menurutnya, membiasakan aktivitas bersih-bersih setelah berolahraga bukan sekadar membersihkan debu atau kotoran, melainkan bagian penting dari proses menanamkan rasa tanggung jawab kepada anak-anak didik.

“Kami ingin anak-anak paham, setelah berkeringat dan berolahraga, kita juga harus mengembalikan lingkungan seperti semula, bahkan lebih bersih dari sebelumnya. Ini bagian dari pendidikan karakter dan kedisiplinan yang tidak bisa ditawar-tawar,” ujar Mahmuddin.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pembiasaan ini sejalan dengan visi sekolah untuk menciptakan suasana belajar yang nyaman, sehat, dan asri. Sekolah yang bersih, kata Mahmuddin, adalah fondasi utama bagi tumbuhnya semangat belajar yang optimal.

“Ketika anak-anak belajar di lingkungan yang bersih dan rapi, pikiran mereka pun menjadi lebih segar. Kesehatan mereka juga lebih terjaga. Dan yang paling penting, mereka belajar bahwa kebersihan adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya tugas petugas kebersihan,” tambahnya.

Selain itu, kegiatan gotong royong ini juga menjadi momen kebersamaan yang mempererat hubungan antara siswa dan guru. Tidak ada sekat dalam kegiatan ini—guru dan murid sama-sama memungut sampah, menyapu, dan merapikan peralatan olahraga. Kehangatan kebersamaan itu pun terpancar dari tawa dan canda yang mewarnai setiap gerakan mereka.

Meski demikian, Mahmuddin mengakui bahwa membangun kebiasaan ini di awal tahun ajaran bukanlah perkara mudah. Butuh kesabaran dan keteladanan dari para guru untuk terus mengingatkan dan memberi contoh langsung kepada siswa. Namun, ia bersyukur karena para guru di SD Inpres Batua I memiliki komitmen tinggi dalam mendidik karakter anak.

“Anak-anak itu lebih banyak belajar dari apa yang mereka lihat, bukan dari apa yang mereka dengar. Maka kami para guru harus menjadi teladan terlebih dahulu. Ketika anak-anak melihat gurunya turun tangan membersihkan, mereka akan dengan sendirinya ikut bergerak. Itulah kekuatan keteladanan,” tutur Mahmuddin.

Sambungnya, ia berharap semangat gotong royong ini tidak hanya berhenti di lingkungan sekolah, tetapi juga terbawa hingga ke rumah masing-masing siswa. Ia optimis, dengan pembiasaan yang terus-menerus, karakter peduli lingkungan dan tanggung jawab akan tertanam kuat dalam diri setiap siswa.

“Harapan kami, anak-anak kami tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial yang tinggi. Mereka sadar bahwa menjaga kebersihan lingkungan adalah ibadah dan kewajiban moral. Jika hal ini sudah tertanam sejak dini, maka masa depan bangsa akan berada di tangan generasi yang bertanggung jawab,” pungkas Mahmuddin.

Hingga bel masuk berbunyi, suasana sekolah tampak segar dan rapi. Lapangan yang tadi dipakai berolahraga kini bersih kembali. Senyum puas terlihat di wajah setiap siswa dan guru. Semangat gotong royong pun terus mengalir, menandai hari yang produktif dan penuh makna di SD Inpres Batua I Makassar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *