BN Online, IMakassar—Di tengah gempuran gadget dan permainan digital, UPT SPF SD Inpres BTN Pemda Makassar justru memilih jalan berbeda. Sekolah ini secara rutin menggelar program SEPEDA—singkatan dari Sehari Permainan Tradisional—sebagai wadah belajar yang menyenangkan sekaligus membangun karakter peserta didik.
Dilaksanakan setiap bulan, program ini melibatkan seluruh siswa dari kelas I hingga VI. Bukan sekadar hiburan, SEPEDA dirancang untuk menggerakkan tubuh, memicu kreativitas, mempererat kebersamaan, serta menanamkan sportivitas dan kecintaan terhadap budaya lokal.
Kepala UPT SPF SD Inpres BTN Pemda Makassar, Hj. Andi Sukmawati, S.Ag., M.Pd.I., menjelaskan bahwa program ini adalah upaya sekolah menciptakan suasana belajar yang aktif, sehat, dan menyenangkan. “Kami ingin anak-anak tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat karakter dan bangga dengan permainan nenek moyang mereka,” ujarnya.
Pelaksanaan program dibagi berdasarkan jenjang kelas. Untuk siswa kelas I–III, permainan Galaceng berlangsung mulai pukul 09.00 WITA di ruang kelas masing-masing, dengan pendampingan penuh dari wali kelas. Sementara itu, siswa kelas IV–VI mengikuti permainan Mabboi di lapangan sekolah pada jam yang sama. Mereka dibagi dalam tim putra dan putri, dengan pengawasan ketat dari guru yang bertugas demi keamanan dan ketertiban.
Lebih lanjut, Kepala Sekolah menambahkan bahwa melalui SEPEDA, anak-anak diajak aktif bergerak sambil belajar kerja sama, disiplin, dan gotong royong. Permainan tradisional terbukti efektif menjadi media interaksi sosial yang mempererat hubungan antarsiswa.
Selain itu, program ini juga menjadi benteng pelestarian budaya. Di era modern, banyak anak yang tak lagi mengenal permainan khas daerahnya. SEPEDA hadir untuk menjembatani kesenjangan itu.
Meski demikian, pelaksanaan tetap mengedepankan protokol keamanan. Setiap permainan disesuaikan dengan usia dan kemampuan fisik siswa, sehingga tetap aman dan nyaman.
Sambungnya, antusiasme siswa sangat tinggi setiap kali jadwal SEPEDA tiba. “Mereka menunggu dengan semangat. Ini momen yang dinanti karena belajar di luar kelas sambil bermain bersama teman-teman,” tuturnya.
Harapan ke depan, program SEPEDA bisa terus berlanjut dan bahkan menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain di Makassar. “Kami ingin melahirkan generasi yang sehat, berkarakter, dan cinta tanah air. Dimulai dari hal sederhana: bermain tradisional,” pungkas Hj. Andi Sukmawati.















