SDN Mongisidi III Kukuhkan 80 Kader Adiwiyata, Bukan Sekadar Gelar tapi Teladan Menjaga Lingkungan

BN Online, Makassar—UPTD SPF SDN Mongisidi III Makassar mengukuhkan sebanyak 80 murid sebagai Kader Adiwiyata untuk masa bakti 2026/2027, Jumat (2/10/2026). Jumlah tersebut mencapai sekitar 20 persen dari keseluruhan jumlah peserta didik di sekolah tersebut.

Pengukuhan ini menjadi bagian dari komitmen sekolah dalam membangun budaya peduli lingkungan sekaligus membiasakan perilaku hidup bersih dan sehat di lingkungan sekolah.

Prosesi pengukuhan ditandai dengan pemasangan topi Adiwiyata kepada para kader. Momentum tersebut mengusung tema, “Menjadi Kader Adiwiyata Bukan Sekadar Gelar, Tetapi Teladan dalam Menjaga Lingkungan.”

Sebanyak 80 murid yang dikukuhkan diharapkan tidak hanya memahami pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan, tetapi juga mampu menjadi pelopor serta teladan bagi teman-temannya.

Para Kader Adiwiyata diposisikan sebagai role model nyata dalam menerapkan perilaku ramah lingkungan, mulai dari menjaga kebersihan, membuang sampah pada tempatnya, mengurangi kebiasaan yang dapat merusak lingkungan, hingga mengajak warga sekolah untuk bersama-sama menciptakan lingkungan yang sehat dan nyaman.

Saat dikonfirmasi awak media ini, Kepala UPTD SPF SDN Mongisidi III Makassar, Wiantik Aksari Basri, S.Pd., M.Pd., Gr., mengatakan bahwa pengukuhan Kader Adiwiyata merupakan langkah strategis untuk menanamkan kepedulian terhadap lingkungan sejak usia sekolah.

“Menjadi Kader Adiwiyata bukan hanya tentang mengenakan atribut atau mendapatkan sebuah gelar. Lebih dari itu, para kader memiliki tanggung jawab untuk memberikan contoh nyata kepada teman-temannya dalam menjaga kebersihan dan lingkungan sekolah,” ujarnya.

Lebih lanjut, Wiantik menjelaskan bahwa keberadaan Kader Adiwiyata diharapkan dapat membangun kebiasaan positif yang dilakukan secara konsisten. Menurutnya, budaya peduli lingkungan tidak cukup hanya disampaikan melalui teori, tetapi harus diwujudkan melalui tindakan sehari-hari.

“Anak-anak harus menjadi bagian dari perubahan. Mereka dapat memulai dari hal-hal sederhana, seperti menjaga kebersihan kelas, memilah dan membuang sampah pada tempatnya, merawat tanaman, serta mengingatkan teman dengan cara yang baik,” jelasnya.

Selain itu, para kader juga diharapkan mampu menjadi penggerak yang menginspirasi murid lainnya untuk memiliki kesadaran bahwa lingkungan sekolah merupakan tanggung jawab bersama.

Meski demikian, Wiantik menegaskan bahwa tanggung jawab menjaga lingkungan bukan hanya berada di pundak para Kader Adiwiyata. Seluruh warga sekolah, baik murid, guru maupun tenaga kependidikan, memiliki peran yang sama dalam menciptakan lingkungan sekolah yang bersih, sehat, hijau, dan nyaman.

“80 kader ini kami harapkan menjadi pemantik. Mereka memang menjadi role model, tetapi gerakan peduli lingkungan harus menjadi budaya seluruh warga sekolah,” sambungnya.

Diketahui, pengukuhan Kader Adiwiyata masa bakti 2026/2027 ini merupakan salah satu bentuk pembinaan karakter peserta didik melalui kepedulian terhadap lingkungan. Para kader diharapkan mampu membawa nilai-nilai Adiwiyata tidak hanya dalam lingkungan sekolah, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.

Sambungnya, pembentukan karakter peduli lingkungan sejak dini merupakan investasi jangka panjang. Kebiasaan sederhana yang dilakukan secara berulang akan membentuk perilaku positif dan rasa tanggung jawab terhadap lingkungan.

“Harapan kami, para Kader Adiwiyata dapat menjadi pelopor, penggerak sekaligus teladan. Bukan hanya terlihat saat menggunakan topi Adiwiyata, tetapi benar-benar tercermin dari perilaku mereka setiap hari,” tuturnya.

Dengan dikukuhkannya 80 Kader Adiwiyata tersebut, UPTD SPF SDN Mongisidi III Makassar menegaskan komitmennya untuk terus membangun budaya sekolah yang peduli lingkungan, bersih, sehat, dan berkelanjutan.

Menjadi Kader Adiwiyata bukan sekadar gelar, melainkan sebuah tanggung jawab untuk menjadi teladan dalam menjaga lingkungan.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *