Pengelolaan PJJ SMPN 6 Makassar Mendapat Pengakuan Terbaik dari Kadis Pendidikan

BN Online, Makassar–Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) menjadi opsi utama selama masa penyebaran virus corona masih merebak di Indonesia. Kegiatan pembelajaran jarak jauh memberikan dampak positif maupun negatif bagi pihak-pihak yang terlibat di dalamnya, baik antara institusi pendidikan, murid, dan orang tua. Banyak guru, siswa, dan orang tua siswa yang “kaget” dengan metode pembelajaran jarak jauh.
Hal ini membuat respon dari seluruh elemen sekolah (guru, siswa, dan orang tua) sangat variatif. Ada yang menyambut baik, ada yang terpaksa, ada pula yang kebingungan.
Untuk memastikan pelaksanaan pembelajaran jarak jauh (PJJ) disekolah maka kepala Dinas pendidikan Kota Makassar melakukan pemantauan kesekolah-sekolah termasuk SMP Negeri 6 Makassar.
Dalam kunjungan di SMP Negeri 6 Makassar tersebut, Kadis pendidikan selain melihat langsung pemebelajaran daring yang dilaksanakan oleh beberapa guru, juga melihat langsung manajemen pengelolaan pembelajaran jarak jauh terutama pengadministrasian.
Pada saat berdialog dengan pihak sekolah dalam hal ini kepala sekolah dan koordinator PJJ, kepala Dinas memberikan apresiasinya karena SMPN 6 Makassar mampu memperlihatkan pengelolaan PJJ yang sangat baik terutama pengelolaan administrasi PJJ. Lanjut beliau mengatakan, “dari sekian sekolah yang saya kunjungi, saya melihat pengeloaan PJJ di sekolah ini yang paling bagus.

Selain itu, A. Irwan Bangsawan menjelaskan, bahwa “hal ini terlihat semua bukti fisik baik cetak maupun online file terdokumentasi dengan sangat baik dan real time. Sehingga baik kepala sekolah dapat melihat keaktifan guru dan siswa kapan saja,” terangnya.
Pada saat diwawancara awak media ini, Koordinator PJJ SMP Negeri 6 Makassar Muh. Warham, S.PdI., M.PdI mengatakan, bahwa Saat ini kita hanya perlu cepat beradaptasi dan terus memperbaiki sistem PJJ secara bersama-sama, dibawah bimbingan kepala sekolah dan pengawas sekolah.
“Salah satu bagian penting yang harus diperbaiki adalah pedoman pelaksanaan pembelajaran jarak jauh (PJJ) yang harus dimiliki setiap satuan pembelajaran, agar supaya dalam mengajar tetap dalam koridor yang bisa dievaluasi,” imbuhnya.
Sambung nya, warham mengatakan, bahwa sekolah menyiapkan satu portal belajar yang terpusat sehingga regulasi PJJ terpusat dalam satu sistem, selain itu diberikan kewenangan guru untuk bisa menggunakan aplikasi lain untuk pembelajaran online yang lebih variatif
“Kita semua berharap bahwa pandemic Covid 19 ini akan segera berlalu sehingga kita bisa kembali belajar tatapmuka secara normal, namun demikian kalau pun tetap harus PJJ kami tentu akan selalu siap untuk itu,” tutup Warham.
 
 

Leave a Reply

Your email address will not be published.