Program Home Visit Oleh Guru Dimasa Pandemi Meningkatkan Semangat Belajar Siswa SMPN 6 Makassar

BN Online, Makassar--Sejak pandemi Covid-19, sistem pembelajaran terpaksa berubah. Dari belajar secara tatap muka di sekolahan jadi melalui media online. Sayangnya, sistem pembelajaran ini tak bisa dinikmati oleh sebagian siswa khususnya bagi siswa yang tempat tinggalnya tidak memiliki fasilitas penunjang, untuk mendapatkan materi melalui daring ataupun online.
Keterbatasan akses internet menjadi sebuah alasan klasik yang dihadapi oleh sebagian peserta didik dan guru. Akses jaringan yang kurang mendukung, serta sebagian peserta didik belum memiliki gawai atau gadget dan masih banyak lagi hambatan-hambatan lainnya, sehingga banyak peserta didik yang kurang berperan aktif dalam pembelajaran daring. Hal ini sangat memungkinkan dapat menurunkan dan mempengaruhi semangat serta motivasi belajar peserta didik tersebut, dan tentunya mereka akan tertinggal banyak materi pelajaran.
Hal inilah yang mengusik naluri pendidik dan sebagai seorang wali kelas membuat ibu Sitti Arah, S.Pd., M.Pd Guru SMP Negeri 6 Makassar merasa perlu mengambil tindakan untuk melihat langsung masalah yang dihadapi anak-anak perwaliannya dengan melakukan home visit. Berdiam diri dan tidak mau tahu, adalah sebuah kesalahan yang sangat fatal yang dilakukan oleh guru atau walikelas terhadap peserta didiknya. Tutur Sitti Arah pada saat awak media menemuinya
Lanjut Sittiarah mengatakan,b bahwa banyak laporan yang masuk dari guru mata pelajaran terkait dengan adanya peserta didik yang tidak mengumpulkan tugas dan tidak berperan aktif dalam proses pembelajaran daring sesuai dengan jadwal mata pelajaran yang telah ditentukan. Sehingga secara psikologis, peserta didik akan sangat terganggu dan dapat memengaruhi peserta didik untuk tidak mau belajar lagi karena merasa sudah cukup banyak ketinggalan pelajaran.

Dari kegiatan home visit, maka ditemukan penyebab peserta didik tidak mengikuti proses pembelajaran secara daring di rumah bukan semata persoalan jaringan yang kurang atau lemah, tapi sebagian peserta didik tidak tau harus bertanya dengan siapa pada saat menemukan masalah yang sulit karena orang tua juga mempunyai keterbatasan pengetahuan, selain itu beberapa siswa adalah pekerja anak yang harus bekerja membantu orangtuanya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka, salah satunya sebagai tukang tambal ban yang sempat awak media saksikan bersama ibu Sittiarah
Pada saat dihubungi melalui WA, keawak media ini, Ahad (15/11-2020), Kepala SMP Negeri 6 Makassar, DR. H. Munir. S.Ag., M.Ag mengatakan, bahwa beliau berharap dengan kegiatan home visit ini dapat memecahkan setiap persoalan dan kesulitan peserta didik. Sehingga memungkinkan dapat mengembalikan semangat belajar mereka dan tentunya pembelajaran daring semakin terasa menyenangkan dan bermakna.
“Selain itu, juga akan menghasilkan dampak positif terhadap perkembangan belajar peserta didik yang tadinya kehilangan semangat dan jati dirinya akan cepat tertangani dengan baik dan tuntas. Sehingga tidak mudah berputus asa dalam meraih cita-citanya dan akan lebih mengutamakan sekolahnya,” kata H. Munir.
 
 

Leave a Reply

Your email address will not be published.