Penerapan Pengelolaan Limbah Medis B3 RSUD Pasangkayu Diduga Tidak Sesuai SOP

BN Online, Pasangkayu— Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Pasangkayu yang berada di Desa Ako’, Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat (Sulbar), diduga tidak mengindahkan standard operasional pengelolaan (SOP) tempat penyimpangan sementara (TPS) limbah medis bahan berbahaya beracun (B3).

Diketahui bersama, limbah medis merupakan limbah yang berasal dari pelayanan medis yang menggunakan bahan-bahan beracun, infeksius, dan berbahaya.

Limbah medis biasanya juga mengandung patogen penyebab infeksi, yakni virus dan bakteri.

Dengan adanya kebijakan pengelolaan limbah medis B3 maka diharapkan bagi setiap tempat-tempat pelayanan kesehatan dapat menerapkan kegiatan pengelolaan limbah medis B3 yang sesuai dan terpadu berdasarkan Peraturan Pemerintah No 22 tahun 2021 agar tidak menimbulkan kerugian terhadap kesehatan manusia dan lingkungan hidup.

Menurut PP 22 tahun 2021 pengelolaan limbah B3 meliputi kegiatan penetapan, pengurangan, penyimpanan, pengumpulan, pengangkutan dan pengelolaan limbah B3.

Dari pantauan media ini, terlihat bahwa RSUD Pasangkayu tidak mengindahkan tahapan pengelolaan limbah medis tersebut, Jumat (30/9).

Tahap pengelolaan limbah medis yang meliputi, tahap pengurangan, pemilahan dan pewadahan, penyimpanan sementara, pengangkutan, dan pengolahan, terlihat tidak terlaksana.

Sampai saat ini pihak rumah sakit belum bisa di konfirmasi terkait hal tersebut, hingga berita ini tayang.(E. Syam)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *