BN Online, Makassar—Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar menggelar seleksi kompetensi calon pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Makassar untuk masa kerja 2026–2031.
Kegiatan tersebut berlangsung di ruang rapat Sekretaris Daerah (Sekda) Kantor Balai Kota Makassar, Kamis (23/4). Sebanyak 64 peserta sebelumnya telah mengikuti tahapan seleksi berupa Computer Assisted Test (CAT) dan penulisan makalah.
Seleksi ini merupakan bagian dari upaya memastikan calon pimpinan Baznas memiliki kapasitas, integritas, serta pemahaman yang baik dalam pengelolaan zakat secara profesional dan akuntabel.
Sekretaris Daerah (Sekda) Makassar, Andi Zulkifly, menegaskan proses seleksi dilakukan secara terbuka dan objektif guna menghasilkan figur-figur terbaik yang mampu mengemban amanah pengelolaan zakat di Kota Makassar.
“Seleksi ini bertujuan untuk menjaring calon pimpinan Baznas yang tidak hanya memiliki kompetensi, tetapi juga integritas dan komitmen dalam mengelola zakat secara transparan dan akuntabel,” ujarnya.
Ia menambahkan, Baznas memiliki peran strategis dalam mendukung program pemerintah, khususnya dalam pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui optimalisasi pengelolaan zakat, infak, dan sedekah.
Menurutnya, pimpinan Baznas ke depan diharapkan mampu berinovasi serta memperkuat kepercayaan publik terhadap lembaga pengelola zakat.
“Kami berharap pimpinan yang terpilih nantinya mampu meningkatkan kinerja Baznas, menghadirkan inovasi dalam pengelolaan zakat, serta membangun kepercayaan masyarakat,” kata Andi Zulkifly.
Proses seleksi ini melibatkan tim panitia seleksi yang akan menilai para peserta berdasarkan sejumlah aspek, mulai dari kompetensi manajerial, pemahaman syariah, hingga pengalaman di bidang pengelolaan zakat.
Terpisah, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Makassar, Moh Syarief, mengatakan wawancara dilakukan secara menyeluruh oleh tim panitia seleksi (pansel) guna menggali lebih dalam kapasitas dan kualitas para calon pimpinan.
“Alhamdulillah, hari ini kita melaksanakan tahap wawancara hari kedua. Sebelumnya, para peserta telah mengikuti CAT dan penulisan makalah, serta sudah mengetahui hasilnya. Pada tahap ini, seluruh peserta akan diwawancarai langsung oleh tim pansel,” ujarnya.
Ia menjelaskan, setiap peserta akan bertemu dengan seluruh anggota tim pansel untuk memastikan proses seleksi berjalan objektif dan transparan.
“Sebanyak 64 peserta ini akan bertemu dengan seluruh tim pansel. Dengan metode ini, kami berharap bisa melihat secara lebih komprehensif kualitas masing-masing calon pimpinan Baznas,” tambahnya.
Menurut Syarief, melalui tahapan wawancara ini, tim pansel dapat menilai aspek inovasi, komitmen, serta kesungguhan para peserta dalam mengemban amanah sebagai pimpinan Baznas ke depan.
Pemerintah Kota Makassar, lanjutnya, juga menaruh harapan besar agar pimpinan Baznas yang terpilih mampu menghadirkan terobosan dan inovasi, terutama dalam menghadapi berbagai tantangan sosial dan ekonomi yang terus berkembang.
“Kami berharap calon pimpinan Baznas memiliki inovasi dan kreativitas, apalagi dalam menghadapi dinamika seperti pascapandemi, bencana, hingga kondisi global saat ini. Baznas harus mampu beradaptasi dan menjawab tantangan zaman,” jelasnya.
Selain itu, ia menekankan pentingnya optimalisasi pengelolaan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) yang tersebar di masjid-masjid sebagai potensi besar dalam mendukung kesejahteraan masyarakat.
“Kami berharap mereka memiliki kemampuan mengelola UPZ dengan baik, sehingga dapat menjadi peluang besar untuk membantu pelaku UMKM maupun masyarakat yang membutuhkan,” ungkap Syarief.
Ia menambahkan, peran Baznas ke depan sangat strategis dalam mendukung program pemerintah daerah, khususnya dalam penguatan ekonomi kerakyatan dan penanggulangan kemiskinan.
Tahapan seleksi ini akan terus berlanjut hingga terpilih pimpinan Baznas Kota Makassar yang dinilai paling memenuhi kriteria untuk masa kerja 2026–2031.
“Hasil dari seleksi kompetensi ini selanjutnya akan menjadi dasar dalam penetapan pimpinan Baznas Kota Makassar periode 2026–2031,” jelasnya. (*)















