Munafri Saat Lepas JCH Makassar: Haji Fokus Ibadah, Jaga Kesehatan

BN Online, Makassar—Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menitipkan pesan sekaligus kepada Jemaah Calon Haji (JCH) Kota Makassar 1447 Hijriah/2026 Masehi.

Pesan itu, disampaikan Munafri saat prosesi pelepasan berlangsung di Rumah Jabatan Wali Kota Makassar, Baruga Anging Mammiri, Rabu (29/4/2026). Hadir mendampingi Wali Kota, Ketua TP PKK Kota Makassar, Melinda Aksa.

Dalam sambutannya, Munafri yang akrab disapa Appi, menegaskan bahwa ibadah haji bukanlah perjalanan rekreasi ataupun tamasya, melainkan perjalanan suci untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

“Ibadah haji ini bukan tamasya, bukan rekreasi. Ini adalah kewajiban dan kesempatan besar untuk memohon segala doa terbaik serta mengungkapkan rasa syukur kita kepada Allah SWT,” demikian pesan Munafri.

Orang nomor satu Kota Makassar itu, mengingatkan para Jemaah Calon Haji (JCH) untuk menjaga niat, meluruskan hati, serta menjalankan seluruh rangkaian ibadah dengan penuh keikhlasan dan kesabaran.

Selain itu, Appi juga berpesan agar para jemaah senantiasa menjaga kesehatan dan mematuhi seluruh aturan yang telah ditetapkan oleh petugas haji.

Lebih lanjut, Munafri menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh pihak, khususnya jajaran Kementerian Agama, yang telah berperan dalam proses pemberangkatan jemaah haji tahun ini.

Politisi Golkar Kota Makassar itu menyebut, pelepasan jemaah di Rumah Jabatan Wali Kota menjadi momen bersejarah.

“Ini mungkin menjadi satu sejarah. Mungkin belum pernah ada jemaah haji dilepas di Rumah Jabatan Wali Kota Makassar,” ungkapnya.

Pria kelahiran September 1975 ini, menjelaskan jumlah ratusan jemaah tahun ini menjadi salah satu alasan pelepasan dilakukan di lokasi tersebut, mengingat adanya masa transisi kuota haji.

Dalam kesempatan itu, Munafri juga menitipkan doa kepada para jemaah agar mendoakan Kota Makassar, dan masyarakat.

Appi kembali mengingatkan pentingnya menjaga kebersamaan selama menjalankan ibadah haji. Oleh sebab itu, ia mengajak seluruh jemaah untuk saling membantu dan memperhatikan satu sama lain layaknya keluarga.

“Jadilah satu keluarga yang tidak terpisahkan. Saling menjaga, saling membantu, karena ini adalah perjalanan spiritual yang harus dijalani bersama,” pesannya.

Kepada para petugas haji, Munafri menekankan bahwa tugas yang diemban merupakan amanah besar dan mulia.

Appi meminta agar para petugas dapat memberikan pelayanan terbaik dengan penuh tanggung jawab dan profesionalisme.

“Tugas Bapak dan Ibu jauh lebih berat, tetapi sangat mulia. Layani para jemaah dengan sepenuh hati, berikan kemudahan dan informasi yang dibutuhkan agar seluruh rangkaian ibadah berjalan lancar dan khusyuk,” imbuh Munafri.

Sedangkan, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Makassar, Muhammad Amrullah Arief, menegaskan bahwa kesiapan Jemaah Calon Haji (JCH) Kota Makassar tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi telah melalui proses pemeriksaan yang ketat, khususnya dari aspek kesehatan.

Menurut Amrullah, proses pemeriksaan kesehatan yang ketat merupakan bagian dari pemenuhan syarat istitha’ah, yakni kemampuan fisik dan mental yang menjadi salah satu ketentuan utama bagi calon jemaah haji sebelum diberangkatkan ke Tanah Suci.

“Prosesnya sangat ketat dalam pengawalan dan pemeriksaan kesehatan,” katnaya.

“Itulah yang dimaksud dengan istitha’ah, sehingga calon jemaah haji Kota Makassar benar-benar siap untuk diberangkatkan,” lanjutnya.

Dia menjelaskan, pihaknya terus berkoordinasi secara intensif dengan Dinas Kesehatan Kota Makassar serta sejumlah rumah sakit umum daerah (RSUD) guna memastikan seluruh jemaah memenuhi standar kesehatan yang ditetapkan.

“Kami selalu berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan dan pihak RSUD terkait proses pemeriksaan kesehatan yang berkelanjutan, termasuk untuk persiapan ke depan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Amrullah melaporkan bahwa total jemaah haji asal Kota Makassar tahun ini berjumlah sekitar 331 orang.

Sebagian di antaranya telah lebih dahulu diberangkatkan melalui beberapa kelompok terbang (kloter), yakni kloter 1, kloter 4, dan kloter 10.

“Kota Makassar juga menjadi pelengkap untuk mengisi kuota kloter yang masih kosong di Sulawesi Selatan,” tambahnya.

Selain itu, Amrullah juga memaparkan data daftar tunggu (waiting list) jemaah haji Kota Makassar untuk tahun 2027 yang diperkirakan mencapai sekitar 2.080 orang di luar pendamping mahram dan lansia.

Jika ditotal secara keseluruhan, jumlah jemaah pada tahun mendatang diperkirakan berada pada kisaran 2.400 hingga 2.700 orang.

“Ini menunjukkan bahwa animo masyarakat untuk menunaikan ibadah haji sangat tinggi, sehingga membutuhkan persiapan yang jauh lebih matang, terutama dari sisi kesehatan,” ungkapnya.

Ia menekankan bahwa proses panjang dalam persiapan haji, khususnya terkait pemeriksaan kesehatan, akan terus ditingkatkan melalui sinkronisasi dengan Pemerintah Kota Makassar.

“Kami akan terus melakukan sinkronisasi dengan Pemerintah Kota Makassar guna memastikan kesiapan fisik seluruh jemaah, sehingga pelaksanaan ibadah haji dapat berjalan lancar dan optimal,” tutup Amirullah.

Hadir pada kesempatan ini, Kabag Kesejahteraan Rakyat) Pemerintah Kota Makassar Mohammad Syarief,
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Sulawesi Selatan, Ikbal Ismail, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Makassar, Muhammad Amrullah Arief, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Makassar Muhammad. (*)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *