BN Online, Makassar– Ribuan siswa, guru, dan staf dari UPT SPF SDI Sambung Jawa 1 dan UPT SPF SDI Sambung Jawa 3 menggelar upacara bendera bersama dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila, Senin pagi. Berlokasi di halaman utama SDI Sambung Jawa 1, kegiatan berlangsung khidmat namun penuh semangat kebersamaan antara dua sekolah tetangga tersebut, Senin 1 Juni 2026.
Upacara yang dimulai pukul 07.30 WITA itu diikuti dengan antusias oleh seluruh peserta. Bertindak sebagai pembina upacara bergantian dari kedua kepala sekolah, momentum ini menjadi simbol nyata pengamalan sila ketiga, Persatuan Indonesia.
Kepala UPT SPF SDI Sambung Jawa 1, Hj. Sohrah, S.Pd, dalam amanatnya menyampaikan bahwa peringatan Hari Lahir Pancasila bukan sekadar seremonial, tetapi momen untuk merefleksikan nilai-nilai luhur bangsa.
“Lebih lanjut, Ibu Sohrah menekankan bahwa pendidikan karakter berbasis Pancasila harus dimulai dari hal-hal sederhana, seperti membiasakan anak-anak mengucapkan salam, menghormati perbedaan, dan jujur dalam bertindak,” ujarnya di hadapan para peserta.
Selain itu, beliau juga mengapresiasi kekompakan dua sekolah yang berhasil menggelar upacara bersama tanpa kendala berarti. “Ini bukti bahwa gotong royong benar-benar membuahkan hasil yang membanggakan,” tambahnya.
Diketahui, SDI Sambung Jawa 1 baru saja meraih predikat sekolah ramah anak tingkat kota, dan Hj. Sohrah berharap nilai-nilai Pancasila menjadi fondasi utama predikat tersebut.
Sambungnya, momentum Hari Lahir Pancasila harus dijadikan pemicu semangat para guru untuk terus berinovasi dalam metode pengajaran yang mengintegrasikan nilai-nilai kebangsaan.
Harapan dari Kepala Sekolah yang akrab disapa Ibu Hj. Sohrah ini, kelak para siswa tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter Pancasila yang kuat sehingga mampu menjadi generasi emas di masa depan.
Sementara itu, suasana semakin hangat ketika giliran Kepala UPT SPF SDI Sambung Jawa 3, Fatmawati Naim, S.Pd, memberikan sambutan. Beliau mengatakan bahwa kolaborasi dua sekolah dalam upacara bersama ini adalah pertama kalinya terjadi dan diharapkan menjadi tradisi tahunan.
“Lebih jauh, Fatmawati menjelaskan bahwa persiapan upacara yang hanya berlangsung tiga hari bisa sukses berkat semangat gotong royong seluruh warga sekolah. Mulai dari latihan petugas upacara hingga penyiapan konsumsi, semua dikerjakan bersama-sama,” jelasnya.
Selain itu, beliau juga menyoroti antusiasme siswa kelas rendah yang dengan tertib mengikuti jalannya upacara. Hal ini, menurutnya, tidak terlepas dari peran guru yang kreatif dalam menanamkan cinta tanah air.
Diketahui, SDI Sambung Jawa 3 memiliki program unggulan “Jumat Pancasila”, di mana setiap pekan siswa diajak membahas satu butir sila secara interaktif. Program ini mendapat apresiasi dari orang tua murid.
Tambahnya, kegiatan upacara bersama ini juga diisi dengan pembacaan teks Pancasila oleh seluruh peserta secara serempak, diikuti dengan menyanyikan lagu-lagu nasional yang membangkitkan rasa nasionalisme.
Harapan Fatmawati Naim, ke depan kedua sekolah dapat terus bersinergi tidak hanya dalam upacara, tetapi juga dalam kegiatan ekstrakurikuler, lomba antar kelas, bahkan bakti sosial. “Mari kita jadikan Pancasila sebagai bintang penuntun setiap langkah kita di sekolah maupun di rumah,” cetusnya.
Upacara ditutup dengan pembacaan doa bersama dan diakhiri dengan sesi foto seluruh peserta yang memamerkan atribut merah putih. Kemeriahan pun terlihat saat para siswa saling berjabat tangan dan bersalaman dengan guru-guru dari kedua sekolah, membawa pesan bahwa Pancasila benar-benar hidup dalam persaudaraan mereka.















