Khidmat dan Penuh Semangat, SDI Toddopuli I Makassar Peringati Hari Lahir Pancasila 2026

BN Online, Makassarr – Nuansa khidmat sekaligus penuh semangat menyelimuti halaman UPT SPF SDI Toddopuli I Makassar pada Senin pagi. Puluhan siswa dengan gagah mengenakan baju Paskibra berpadu seragam rapi para tenaga pendidik dan kependidikan dalam upacara peringatan Hari Lahir Pancasila yang sarat makna, Senin 1 Juni 2026.

Diikuti oleh seluruh civitas akademika sekolah, upacara berlangsung tertib dengan pengibar bendera yang terdiri dari siswa-siswi terpilih. Langit biru Makassar seolah turut menyemarakkan momen bersejarah kelahiran dasar negara Indonesia itu.

Kepala UPT SPF SDI Toddopuli I Makassar, Zusanti, S.Pd., M.Pd., menyampaikan amanatnya dengan penuh penghayatan. “Pancasila bukan sekadar hafalan lima sila. Ia adalah ruh yang harus hidup dalam setiap tindakan kita di sekolah, di rumah, dan di masyarakat,” ujara di hadapan barisan guru dan siswa.

Lebih lanjut, Zusanti menekankan pentingnya pengamalan nilai-nilai Pancasila di era digital. “Anak-anak kita adalah Generasi Emas 2045. Mereka harus dibekali karakter gotong royong, keadilan sosial, dan ketuhanan yang kuat agar tidak tergerus arus globalisasi yang kadang tak berfilter,” tegasnya.

Untuk itu, ia menginstruksikan seluruh guru untuk mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila dalam setiap pembelajaran, bukan hanya pada mata pelajaran PPKn. Mulai dari pembiasaan senyum, salam, sapa, jujur, disiplin, hingga gotong royong membersihkan lingkungan sekolah.

Diketahui, peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini mengusung tema “Pancasila Jiwa Zaman, Menuju Indonesia Emas”. SDI Toddopuli I menjadi salah satu sekolah di Kecamatan Panakkukang yang konsisten melaksanakan upacara bendera setiap hari besar nasional dengan protokol yang meriah namun khidmat.

Tambahnya, keunikan kali ini terletak pada busana para siswa yang kompak memakai baju Paskibra – putih kemeja lengan panjang, celana/rok hitam, dasi merah, dan topi pet. Sementara para guru tampil anggun dalam seragam korpri berwarna krem. “Kami sengaja memilih baju Paskibra untuk menanamkan rasa bangga dan tanggung jawab menjadi pengibar bendera, meski hanya dalam simbol,” imbuh Zusanti.

Harapannya, melalui upacara yang penuh semangat kebangsaan ini, seluruh warga SDI Toddopuli I tidak hanya memperingati sejarah tetapi juga menghidupi Pancasila dalam keseharian. “Semoga nilai-nilai Pancasila menjadi kompas moral bagi anak-anak kami dalam berfikir, berkata, dan bertindak. Dan kelak, mereka tumbuh menjadi pemimpin bangsa yang berintegritas,” tutup Zusanti dengan mata berkaca-kaca.

Usai upacara, suasana hangat terlihat ketika siswa dan guru saling bersalaman, diiringi lagu-lagu nasional yang menggema. Hari Lahir Pancasila di Toddopuli I bukan sekadar seremoni, melainkan janji bersama untuk terus menjaga Indonesia.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *