BN Online, Makassar –Suasana berbeda tampak di halaman UPT SPF SMP Negeri 13 Makassar, Rabu (3/6/2026). Bukan hanya kesibukan belajar mengajar seperti biasa, namun gelaran seni yang meriah menyambut siapa pun yang memasuki sekolah yang berlokasi di Jalan Tamalate VI No. 2, Makassar tersebut.
Puluhan karya seni rupa berjejer rapi di stand-stand sederhana. Di sisi lain, alunan musik tradisional mengiringi gerakan gemulai para siswi yang menarikan tarian Nusantara. Hari itu, sekolah menggelar pameran hasil karya seni siswa sebagai bagian dari penilaian akhir semester (PAS) genap bagi kelas VII dan VIII, sekaligus ajang pelestarian budaya daerah dan Nusantara.
Lebih dari Sekadar Nilai, Ini Bentuk Cinta Budaya
Guru Seni Budaya SMP Negeri 13 Makassar, Sudmawaty, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa pameran ini merupakan rangkaian pembelajaran Seni Budaya yang menampilkan berbagai hasil karya dan pertunjukan siswa.
“Pameran hasil karya ini merupakan bagian dari pengambilan nilai semester genap untuk kelas VII dan VIII. Seluruh kegiatan yang masuk dalam mata pelajaran Seni Budaya ditampilkan pada kesempatan ini, mulai dari seni tari hingga seni rupa,” ujarnya di sela-sela acara.
Menurutnya, siswa tidak hanya memamerkan karya seni rupa—baik individu maupun kelompok—tetapi juga menampilkan berbagai tarian tradisional lokal dan Nusantara. Dengan metode ini, proses evaluasi belajar terasa lebih hidup dan bermakna.
Salah satu momen yang paling menyedot perhatian para pengunjung adalah ketika siswi kelas VII F membawakan tarian Sara Lao. Tarian tradisional yang berasal dari Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan ini dibawakan dengan apik, penuh penghayatan, dan kostum autentik yang memukau.
Para guru, orang tua, serta siswa lainnya memberikan tepuk tangan meriah dan sorakan apresiasi usai penampilan tersebut. “Kami sangat bangga melihat anak-anak tidak hanya belajar teori, tapi juga aktif melestarikan budaya sendiri,” ujar salah satu orang tua siswa yang hadir.
Sementara itu, Kepala UPT SPF SMP Negeri 13 Makassar, Drs. Ramli, mengatakan kegiatan pameran ini memiliki fungsi ganda: evaluasi pembelajaran sekaligus media edukasi budaya bagi para siswa.
“Melalui kegiatan ini, siswa dapat lebih mengenal dan memahami nilai-nilai budaya daerah maupun budaya Nusantara. Ini menjadi bagian dari upaya sekolah dalam menanamkan kecintaan terhadap budaya bangsa sejak dini,” tegasnya.
Di tengah kesuksesan gelaran pameran seni, SMP Negeri 13 Makassar juga menyampaikan kabar baik bagi masyarakat. Sekolah menyatakan kesiapannya menghadapi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Ajaran 2026/2027.
Ramli menegaskan bahwa seluruh fasilitas pendukung pembelajaran telah siap. SMPN 13 Makassar kini didukung berbagai sarana memadai, antara lain perpustakaan yang nyaman, laboratorium IPA lengkap, dan laboratorium komputer dengan perangkat terbaru.
“Seluruh fasilitas sekolah telah kami siapkan untuk memberikan layanan pendidikan yang optimal bagi siswa baru yang akan bergabung tahun ini,” jelasnya.
Untuk tahun ajaran 2026/2027, SMP Negeri 13 Makassar membuka kuota sebanyak 352 siswa baru yang akan ditempatkan dalam 11 Ruang Kelas Belajar (RKB).
Pihak sekolah juga mengingatkan masyarakat, khususnya para orang tua siswa di Kota Makassar, untuk mencatat jadwal pelaksanaan PPDB yang akan dimulai secara serentak pada 15 Juni 2026.
Dengan fasilitas yang terus ditingkatkan, komitmen pada pengembangan akademik dan budaya, serta semangat melestarikan kearifan lokal, SMP Negeri 13 Makassar optimistis menjadi salah satu pilihan utama masyarakat untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang sekolah menengah pertama.















