Kolaborasi Hebat Sekolah dan Orang Tua, SD Inpres Mariso I Percepat Raih Adiwiyata Nasional

BN Online, Makassar – Suasana kebersamaan tampak begitu kental di halaman UPT-SPF SD Inpres Mariso I, Makassar, Jumat (12/6/2026). Puluhan orang tua murid dengan penuh kesadaran dan semangat bergotong royong membenahi taman sekolah, sebagai bagian dari upaya percepatan Program Adiwiyata Tingkat Nasional.

Kegiatan yang diawali dengan apel kecil ini bukan atas dasar paksaan, melainkan murni kesukarelaan. Para orang tua terlihat bahu-membahu membersihkan area, merapikan tanaman, hingga memperbaiki instalasi taman yang rusak. Tidak hanya itu, mereka juga turun tangan menata kebun sekolah dan greenhouse agar tetap terpelihara dengan baik.

Kepala UPT SPF SDI Mariso 1 Makassar, Samino, S.Pd., mengatakan bahwa partisipasi aktif orang tua merupakan kunci utama dalam mewujudkan lingkungan sekolah yang bersih, hijau, dan berkelanjutan.

“Kami sangat bersyukur melihat antusiasme luar biasa dari para orang tua. Ini membuktikan bahwa kepedulian terhadap pendidikan lingkungan tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi juga seluruh komponen masyarakat,” ujarnya.

Lebih lanjut, Samino menjelaskan bahwa Program Adiwiyata Nasional tidak hanya berfokus pada aspek fisik seperti taman dan greenhouse, tetapi juga menanamkan karakter cinta lingkungan kepada para siswa. Dengan melibatkan orang tua, diharapkan nilai-nilai tersebut dapat terus berlanjut hingga di lingkungan rumah.

Selain itu, ia menekankan bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada konsistensi dan kemauan bersama. “Tanpa gotong royong, program sebesar apapun akan berjalan lambat. Hari ini kita buktikan bahwa soliditas orang tua murid SD Inpres Mariso I sangat tinggi,” tambahnya.

Diketahui, percepatan menuju predikat Adiwiyata Nasional ini telah melalui berbagai tahapan pembinaan. Faktor kebersamaan antara pihak sekolah, siswa, dan orang tua menjadi nilai tambah yang dinilai sangat positif.

Sambungnya, kegiatan seperti ini akan terus didorong secara berkelanjutan, tidak hanya saat ada program besar, tetapi juga dalam perawatan rutin sehari-hari. “Greenhouse dan kebun sekolah adalah laboratorium alam bagi anak-anak. Jika terawat, proses belajar mengajar tentang ekologi akan lebih hidup,” tuturnya.

Harapan dari pelaksanaan kegiatan ini, semoga semangat gotong royong dan kepedulian terhadap lingkungan dapat dipertahankan dan terus ditingkatkan. Samino berharap SD Inpres Mariso I tidak hanya meraih penghargaan Adiwiyata Nasional, tetapi juga menjadi contoh sekolah ramah lingkungan yang digerakkan oleh partisipasi masyarakat yang kuat.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *