BN Online, Makassar –Suasana penuh semangat kebersamaan dan kemandirian tampak dari halaman UPT SPF SDI Unggulan Toddopuli, saat menggelar kegiatan Perkemahan Jumat-Sabtu (Perjusa) akhir semester 2. Bertempat di Jl. Jati No. 1A, Kecamatan Panakkukang, perkemahan yang berlangsung pada Jumat-Sabtu (12-13/6/2026) ini diikuti oleh seluruh siswa beserta dewan guru.
Kepala SDI Unggulan Toddopuli Makassar, Muhtar, S.Pd., M.Pd., mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan agenda rutin yang dinanti-nantikan siswa. “Perjusa bukan sekadar berkemah, tetapi wahana pembentukan karakter tangguh, mandiri, dan gotong royong. Anak-anak belajar hidup sederhana, memecahkan masalah bersama, serta mendekatkan diri pada alam dan Tuhan,” ujarnya dengan penuh antusias.
Lebih lanjut, Muhtar menjelaskan rangkaian kegiatan yang dikemas sangat atraktif. Mulai dari pionering (membuat tiang bendera dan tandu darurat), jelajah malam, api unggun dengan pentas seni budaya, hingga outbound pendidikan yang melatih konsentrasi dan kerja sama tim.
Kepala SDI Unggulan Toddopuli Makassar, Muhtar, S.Pd., M.Pd., memimpin Kegiatan Perjusa 2026.
Selain itu, pihak sekolah juga menggandeng Kakak-kakak Pramuka dari Kwartir Ranting Panakkukang sebagai pelatih. Mereka memberikan materi tentang sandi, tali-temali, serta tata cara bertahan di alam terbuka yang disisipi nilai-nilai kedisiplinan dan kepedulian lingkungan.
Diketahui, kegiatan yang berlangsung selama dua hari satu malam ini menggunakan area sekolah dan lahan hijau di sekitarnya yang telah disulap menjadi tenda-tenda rapi. Para peserta juga dibekali perlengkapan masak mandiri, sehingga mereka belajar mengatur logistik dan mengolah makanan sederhana secara berkelompok.
Sambungnya, pihak sekolah sangat memperhatikan faktor keamanan dan kesehatan. “Kami menyiapkan posko kesehatan 24 jam, tim guru piket, serta kantin kejujuran. Setiap kelompok didampingi minimal dua orang pembina yang berpengalaman,” tambah Muhtar.
Harapan dari kegiatan Perjusa ini, Muhtar berpesan agar pengalaman berharga selama berkemah dapat menjadi bekal nyata bagi siswa. “Saya berharap anak-anak tidak hanya gembira, tetapi juga membawa pulang pelajaran tentang arti tanggung jawab, empati pada teman, dan rasa syukur. Semoga mereka tumbuh menjadi generasi unggul yang berkarakter Pancasila,” pungkasnya penuh haru di tengah sorak sorai siswa yang akan membubarkan tenda.















