Peminat Belajar di SMPN 10 Makassar Tetap Stabil, Lontara+ Hadirkan Transparansi Total

BN Online, Makassar’—Antusiasme masyarakat terhadap Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di SMP Negeri 10 Makassar pada tahun 2026 menunjukkan tren yang hampir serupa dengan tahun sebelumnya. Namun yang membedakan, untuk pertama kalinya calon peserta dapat memantau secara real-time jumlah pendaftar dan urutan kuota melalui Aplikasi Lontara+.

Aplikasi Lontara+ menjadi primadona baru dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ini. Seluruh calon peserta dapat melihat secara langsung jumlah peserta, angka pendaftar, hingga posisi mereka dalam antrean kuota yang tersedia. Kebijakan ini disambut positif oleh masyarakat karena memberikan kepastian dan transparansi penuh.

Berlokasi di kawasan padat penduduk, SMPN 10 Makassar menjadi salah satu sekolah favorit dengan peminat yang sangat tinggi. Hingga detik-detik akhir pendaftaran, seluruh jalur baik Non Domisili maupun Domisili telah terisi oleh calon peminat yang antusias.

Berdasarkan data yang tercatat dalam Lontara+, dari total 256 siswa yang bakal diterima, sebanyak 243 kuota telah terisi. Data tersebut diambil dari 8 Rombongan Belajar (Rombel) yang menjadi jatah untuk SMPN 10 Makassar.

Berikut rincian jalur penerimaan:

· Jalur Afirmasi : 50 siswa tercatat di Lontara+
· Jalur Mutasi : Daya tampung 13 siswa, namun hanya 1 siswa yang telah memverifikasi berkas
· Jalur Prestasi Akademik : 50 siswa
· Jalur Prestasi Non Akademik : 7 siswa dari daya tampung 25
· Jalur Domisili : 135 siswa

Perlu diketahui bahwa jumlah tersebut belum termasuk siswa tinggal kelas sebanyak 8 siswa yang masih bersifat proyeksi.

Kepala SMP Negeri 10 Makassar, Misbahuddin, S.Pd., MM,

Pantauan pada Senin (29/6/2026) pukul 16.00 Wita menunjukkan proses pengembalian berkas berjalan lancar dengan antusiasme tinggi dari warga sekitar. SMPN 10 Makassar yang memiliki 32 ruangan, tahun ini membuka 8 Rombel.

Saat ditemui awak media di ruang kerjanya, Kepala SMP Negeri 10 Makassar, Misbahuddin, S.Pd., MM, menyampaikan bahwa pelaksanaan SPMB tahun ini berjalan sukses.

“Ya, Aplikasi Lontara+ dengan operator-operator handal. Pihaknya telah berhasil menjalankan sesuai petunjuk yang telah ditetapkan,” ujar Misbahuddin.

Menurutnya, jumlah kuota dan data yang diterima sesuai dengan yang masuk melalui aplikasi Lontara+. Sedangkan untuk siswa tinggal kelas masih bersifat proyeksi dan belum diketahui secara pasti.

Sambungnya, “Alhamdulillah, yang jelas tahun ini lancar dan aman, tidak ada komplain dari para peserta.”

Tak hanya itu, diketahui bahwa Kepala Sekolah yang baru menjabat ini mendapat apresiasi dari para guru. Mereka menyampaikan bahwa adaptasi pimpinan baru sangat cepat dan mudah bergaul dengan sesama.

Kehadiran Aplikasi Lontara+ diharapkan menjadi solusi transparansi PPDB ke depan, sehingga masyarakat dapat memantau proses penerimaan dengan lebih terbuka dan akuntabel. Dengan sistem yang terus diperbaiki, SPMB di Sulawesi Selatan diharapkan semakin berkualitas dan melayani masyarakat dengan lebih baik.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *