BN Online, Makassar-–Gelombang pendaftaran peserta didik baru tahun ajaran 2026/2027 di SMP Negeri 22 Makassar masih menunjukkan antusiasme yang luar biasa dari masyarakat. Tingginya minat masyarakat menyekolahkan putra-putrinya di sekolah favorit ini tercatat hampir setara dengan capaian tahun sebelumnya, membuktikan eksistensi SMPN 22 Makassar sebagai salah satu tujuan utama pendidikan di Kota Daeng.
Perbedaan signifikan yang dirasakan tahun ini adalah hadirnya inovasi digital melalui Aplikasi Lontara+. Sistem canggih ini memungkinkan seluruh calon peserta dan orang tua untuk memantau secara real-time jumlah peserta, angka pendaftar, hingga urutan calon peserta yang telah terdaftar. Transparansi ini disambut hangat oleh masyarakat karena memberikan kepastian dan menghilangkan spekulasi di lapangan.
Pantauan awak media ini pada Selasa (7/7/2026), suasana di lingkungan sekolah terlihat ramai namun tertib. Para orang tua tampak sibuk memeriksa gawai masing-masing, mengakses aplikasi Lontara+ untuk memastikan posisi pendaftaran anak mereka.
Kepala SMP Negeri 22 Makassar, Hartono, S.Pd, saat ditemui awak media ini, mengungkapkan bahwa peminat yang terus membeludak tidak terlepas dari lokasi strategis sekolah yang berada di kawasan padat penduduk. “Setiap tahun, kami selalu menerima calon peserta dengan jumlah sangat banyak. Mulai dari jalur Non Domisili hingga Domisili, semuanya telah terisi penuh oleh calon peminat,” ujarnya.
Lebih lanjut, Hartono menjelaskan bahwa berdasarkan data terkini dari Lontara+, tercatat sebanyak 11 rombongan belajar (rombel) yang telah terisi. Jumlah ini mendekati target total daya tampung sekolah yang direncanakan sebanyak 320 siswa. “Data itu kami ambil dari 10 Rombongan Belajar jatah yang direncanakan untuk sekolah ini,” tambahnya.
Tak hanya itu, ia menyoroti bahwa antusiasme tahun ini menunjukkan tren positif yang hampir identik dengan tahun sebelumnya. Meskipun kuota terbatas, semangat orang tua untuk mendaftarkan anaknya di SMPN 22 tidak pernah surut.
Selain itu, kehadiran Lontara+ dinilai sangat membantu pihak sekolah dalam mengelola data dan menghindari penumpukan fisik di lokasi pendaftaran. “Sistem ini membuat segalanya lebih cepat, akurat, dan adil bagi semua pihak,” kata Hartono.
Diketahui, kuota 320 siswa tersebut terbagi dalam beberapa jalur. Dari data sementara, hampir seluruh jalur preferensi telah menunjukkan lonjakan angka pendaftar yang menggembirakan, sekaligus menantang bagi tim verifikasi sekolah.
Sambungnya, meski pendaftaran masih berlangsung, pihak sekolah terus mengimbau masyarakat untuk selalu memantau informasi resmi melalui aplikasi Lontara+ dan kanal komunikasi sekolah. “Jangan percaya pada calo atau oknum yang menjanjikan kelulusan. Semua proses sudah transparan,” tegasnya.
Harapan Hartono, ke depannya sistem digital seperti Lontara+ dapat terus disempurnakan agar pelayanan publik di bidang pendidikan semakin mudah dan merata. “Kami berharap semua calon siswa yang mendaftar mendapatkan haknya secara adil, dan semoga SMPN 22 Makassar terus melahirkan generasi unggul bagi bangsa,” tutupnya dengan penuh optimisme.















