BN Online, Makassar – Suasana haru sekaligus penuh semangat menyelimuti UPTD SMP Negeri 25 Makassar pada hari pertama masuk sekolah sekaligus Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027, Senin (13/7/2026). Sejak pagi, gerbang sekolah dipadati peserta didik baru yang datang didampingi orang tua, menciptakan pemandangan yang menghangatkan hati.
Tak terlihat raut canggung dari para siswa baru. Justru, kehangatan terpancar dari momen-momen kebersamaan antara ayah dan anak. Tidak sedikit ayah terlihat berjalan berdampingan dengan putra-putrinya, membantu merapikan seragam, membawakan tas, hingga memberikan pelukan erat dan pesan penyemangat sebelum sang buah hati melangkahkan kaki memasuki lingkungan sekolah baru. Kehadiran para ayah ini menjadi bagian dari Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah (GAMAS) yang mengubah momen biasa menjadi luar biasa.
Berdasarkan pantauan awak media, antusiasme orang tua, khususnya para ayah, sangat tinggi. Mereka tampak dengan sabar menemani anak-anaknya sejak dari rumah hingga ke depan gerbang kelas. “Ini momen penting bagi anak saya, saya tidak mau melewatkannya. Kehadiran saya di sini adalah bentuk dukungan penuh agar dia lebih percaya diri,” ujar salah satu orang tua siswa dengan mata berbinar.
Pelaksanaan GAMAS di SMPN 25 Makassar merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Nomor 17 Tahun 2026, yang mengajak para ayah untuk terlibat aktif dalam momen transisi pendidikan anak.
Kegiatan MPLS Tahun Ajaran 2026/2027 secara resmi dibuka oleh Kepala UPT SPF SMP Negeri 25 Makassar, Akib, melalui upacara bendera yang khidmat. Dilaporkan sebanyak 306 peserta didik baru kelas VII mengikuti upacara tersebut sebagai penanda dimulainya rangkaian kegiatan pengenalan lingkungan sekolah.
Kepsek Akib, S. Pd,M. Pd, menyampaikan bahwa pihaknya mendukung penuh pelaksanaan GAMAS karena sejalan dengan konsep MPLS Ramah yang diterapkan di sekolah. “Kami menyambut baik Gerakan Ayah Mengantar Anak Sekolah. Ini bukan sekadar memenuhi program pemerintah, tetapi menjadi momentum membangun kolaborasi antara sekolah dan keluarga,” ujar Akib penuh antusias.
“Kehadiran ayah pada hari pertama sekolah memberikan dukungan emosional yang sangat berarti, sehingga anak merasa lebih percaya diri, aman, dan nyaman memasuki lingkungan belajar yang baru,” lanjutnya.
Lebih lanjut, pihak sekolah memastikan seluruh rangkaian MPLS dikemas tanpa unsur perpeloncoan, perundungan (bullying), atau kekerasan. Kegiatan dirancang dengan metode interaktif dan edukatif, mulai dari pengenalan lingkungan fisik, tata tertib sekolah, hingga materi wawasan kebangsaan dan pendidikan karakter yang dipandu oleh guru dan kakak kelas terpilih.
Selain itu, Kepsek Akib menegaskan bahwa keterlibatan orang tua, khususnya ayah, merupakan pilar penting dalam pembentukan karakter peserta didik. Karena itu, sinergi antara sekolah dan keluarga perlu terus diperkuat, tidak hanya pada hari pertama, tetapi juga selama proses pendidikan berlangsung. Pihaknya berencana menggelar pertemuan rutin orang tua dan program “Kelas Ayah” untuk mempererat komunikasi.
Diketahui, Gerakan Ayah Mengantar Anak Sekolah (GAMAS) memiliki dampak psikologis yang besar. Kehadiran figur ayah di hari pertama mampu mengurangi kecemasan anak pada lingkungan baru serta menanamkan rasa aman dan kebanggaan. Hal ini menjadi bukti nyata bahwa pendidikan bukan hanya tanggung jawab ibu dan sekolah, tetapi juga peran sentral seorang ayah dalam membentuk mental baja dan kemandirian anak.
Sambungnya, Kepala Sekolah Akib juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh orang tua yang telah meluangkan waktu, terutama kepada para ayah yang hadir langsung. “Langkah kecil ini memiliki makna besar bagi masa depan anak-anak kita. Kami di sekolah siap mendukung, namun dukungan dari rumah adalah fondasi utamanya,” pungkasnya.
Harapan besar dari pelaksanaan GAMAS dan MPLS di SMPN 25 Makassar ini adalah agar budaya kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat dapat terus terjalin erat sepanjang tahun ajaran. Semoga semangat kebersamaan ini melahirkan generasi penerus yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga kuat secara emosional, berkarakter luhur, dan memiliki ketahanan mental yang tangguh dalam menghadapi tantangan zaman.*















