SMPN 50 Makassar Awali Tahun Ajaran Baru dengan MPLS Ramah, Fokus pada Karakter dan Adaptasi Siswa

BN Online, Makassar – UPT SPF SMP Negeri 50 Makassar resmi memulai Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Tahun Ajaran 2026/2027. Kegiatan yang berlangsung mulai 13 hingga 17 Juli 2026 ini menjadi gerbang awal bagi para peserta didik baru untuk beradaptasi dan membangun karakter unggul. Berdasarkan data, sekolah yang terletak di Jalan Muhammadiyah Lorong 139 B, Kelurahan Melayu, ini berhasil menerima sekitar 9 rombel.

Pelaksanaan MPLS tahun ini mengusung semangat ramah anak dan bebas dari perpeloncoan, sejalan dengan amanat Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) . Berbagai kegiatan edukatif telah disiapkan untuk memastikan siswa baru merasa aman dan nyaman.

Saat dikonfirmasi awak media pada Kamis (16/7/2026), Kepala SMP Negeri 50 Makassar, Hannati, S.Pd., M.Pd., mengatakan bahwa pihaknya berkomitmen penuh menjalankan kurikulum MPLS Ramah. “Kami fokus pada pengenalan lingkungan yang positif. Ini bukan sekadar perkenalan fisik, tetapi juga penanaman nilai-nilai kebiasaan baik sesuai program prioritas pemerintah,” ujarnya .

Kepala SMP Negeri 50 Makassar, Hannati, S.Pd., M.Pd.

Lebih jauh, Hannati menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan selama lima hari ini mencakup berbagai materi utama wajib. Mulai dari pengenalan Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (G7KAIH), Pagi Ceria, Sopan Santun Bermedia Sosial, hingga Gerakan Rukun Sama Teman . Selain itu, siswa juga dikenalkan dengan budaya Senyum, Salam, Sapa, Sopan, dan Santun (5S) serta Gerakan Indonesia Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI) untuk menciptakan lingkungan sekolah yang bersih dan sehat .

Selain itu, untuk menambah wawasan siswa, sekolah juga menyelipkan materi pilihan seperti edukasi pencegahan Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif (NAPZA) serta pengenalan budaya khas sekolah . Kegiatan ini menjadi bekal penting bagi siswa baru untuk menghadapi tantangan pergaulan di era digital.

Diketahui, antusiasme siswa baru terlihat tinggi sepanjang kegiatan. Mereka diajak berkeliling sekolah, berinteraksi dengan guru dan kakak kelas, serta mengikuti asesmen awal untuk mengidentifikasi bakat dan minat .

Sambungnya, ia berharap pelaksanaan MPLS ini dapat menjadi fondasi kokoh bagi peserta didik. “Kami ingin anak-anak tidak hanya pintar secara akademis, tetapi juga berkarakter, disiplin, dan memiliki jiwa sosial yang tinggi. Semoga semangat ini terus terjaga selama mereka menempuh pendidikan di sini,” tutup Hannati.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *