BN Online, Makassar—UPT SPF SD Inpres Bung bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar menggelar kegiatan sosialisasi pembuatan lubang resapan biopori (teba) dan edukasi pemilahan sampah, Rabu (29/7/2026). Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.30 WITA ini mengusung tema “Mewujudkan Sekolah Adiwiyata yang Bersih, Hijau, Sehat, dan Berkelanjutan” dengan slogan “Pilah Sampah Sekarang, Bumi Lestari Masa Depan!”
Kegiatan yang berlangsung di halaman sekolah tersebut diikuti oleh seluruh guru, staf, serta perwakilan siswa-siswi SD Inpres Bung. Hadir sebagai narasumber dari Kelurahan Tamalanrea Jaya, Bapak Syarif, S.Sos., M.Si. , serta pemateri dari DLH Kota Makassar, Ibu Dra. Habasiah dan Bapak Drs. Abdul Maulid.
Kepala SD Inpres Bung, Andi Ferawati Said, S.Pd., M.Pd. , dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan semangatnya terhadap pelaksanaan kegiatan ini.
“Saya sangat mengapresiasi kolaborasi dengan DLH Kota Makassar dan Kelurahan Tamalanrea Jaya. Ini adalah langkah nyata kita untuk menanamkan kesadaran lingkungan sejak dini kepada anak-anak didik kita. Sekolah bukan hanya tempat menimba ilmu akademik, tapi juga tempat membentuk karakter peduli lingkungan,” ujarnya penuh semangat.
Lebih lanjut, Andi Ferawati menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya sekolah menuju predikat Sekolah Adiwiyata.
“Kami ingin SD Inpres Bung menjadi percontohan sekolah yang bersih, hijau, dan berkelanjutan. Dengan adanya sosialisasi biopori dan pemilahan sampah, kami berharap seluruh warga sekolah bisa menerapkan pola hidup ramah lingkungan, tidak hanya di sekolah tapi juga di rumah masing-masing,” sambungnya.
Dalam pemaparannya, Bapak Syarif, S.Sos., M.Si. , menjelaskan pentingnya lubang resapan biopori sebagai solusi sederhana mengatasi genangan air dan meningkatkan resapan air tanah.
“Biopori adalah teknologi tepat guna yang sangat mudah dibuat. Dengan membuat lubang resapan, kita tidak hanya mencegah banjir, tapi juga menyuburkan tanah dan mengurangi sampah organik,” jelasnya.
Sementara itu, Ibu Dra. Habasiah dari DLH menekankan pentingnya pemilahan sampah dari sumbernya.
“Kebiasaan memilah sampah dimulai dari diri sendiri. Sampah organik bisa diolah menjadi kompos, sampah anorganik bisa didaur ulang. Ini adalah kontribusi kecil yang berdampak besar bagi kelestarian bumi,” tuturnya.
Bapak Drs. Abdul Maulid menambahkan bahwa edukasi seperti ini harus terus digencarkan di lingkungan pendidikan.
“Anak-anak adalah agen perubahan. Jika mereka sudah paham dan terbiasa memilah sampah sejak dini, maka masa depan lingkungan kita akan lebih baik,” cetusnya.
Sambungnya, kegiatan sosialisasi ini tidak berhenti pada teori semata. Seluruh peserta diajak untuk praktik langsung membuat lubang resapan biopori di area sekolah dan mempraktikkan pemilahan sampah di beberapa titik.
“Kami berharap kegiatan ini menjadi awal dari gerakan berkelanjutan di SD Inpres Bung. Kedepannya, akan ada program rutin seperti jumat bersih, bank sampah sekolah, dan lomba kebersihan antar kelas,” harap Andi Ferawati mengakhiri.
Dengan semangat “Peduli Lingkungan”, SD Inpres Bung optimis mampu mewujudkan visi menjadi sekolah Adiwiyata yang bersih, hijau, sehat, dan berkelanjutan.















