BN Online, Makassar–Kepedulian terhadap sesama kembali ditunjukkan oleh keluarga besar UPT SPF SD Inpres Bertingkat Labuang Baji Makassar. Sekolah yang terletak di Jl. Dr. Ratulangi No.99b, Kecamatan Mamajang ini menyalurkan bantuan bagi korban musibah kebakaran di kawasan Jalan Kandea, Makassar, pada Jumat (14/08/2026).
Bantuan yang diserahkan berupa mie, pakaian layak pakai, beras, serta uang tunai. Donasi tersebut merupakan hasil penggalangan dari seluruh keluarga besar sekolah, mulai dari kepala sekolah, guru dan tenaga kependidikan, peserta didik, hingga orang tua dan wali murid.
Kepala SD Inpres Bertingkat Labuang Baji Makassar, Reny Astuty Latif, S.Pd., M.Pd., menyampaikan rasa duka dan keprihatinan yang mendalam atas musibah kebakaran yang menimpa saudara-saudara kita di Kandea. Beliau berharap Allah SWT memberikan kekuatan, kesabaran, dan ketabahan kepada seluruh korban yang terdampak.
“Penggalangan bantuan ini dilatarbelakangi oleh rasa kepedulian dan solidaritas keluarga besar sekolah terhadap masyarakat Kandea yang mengalami musibah,” ujar Reny Astuty Latif.
Lebih lanjut, kepala sekolah menjelaskan bahwa donasi yang diserahkan hari ini merupakan wujud kepedulian, kebersamaan, dan semangat gotong royong dari seluruh warga sekolah. Meskipun nilainya mungkin tidak seberapa, bantuan ini diharapkan dapat sedikit meringankan beban dan memberikan semangat bahwa saudara-saudara kita tidak sendiri dalam menghadapi cobaan ini.
Selain itu, kegiatan sosial ini juga menjadi bagian dari pendidikan karakter bagi peserta didik. Sekolah ingin mengajarkan kepada para siswa bahwa kepedulian, gotong royong, dan membantu sesama merupakan nilai-nilai penting yang tidak hanya dipahami melalui pembelajaran di kelas, tetapi juga dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari.
Diketahui, kebakaran yang melanda kawasan permukiman Kandea terjadi pada Senin (10/08/2026) malam, tepatnya di Jalan Kandea Lorong 2 dan 3, Kelurahan Baraya, Kecamatan Bontoala. Peristiwa tersebut menghanguskan 37 rumah yang dihuni oleh 64 kepala keluarga dengan total 244 jiwa. Dugaan sementara, kebakaran dipicu oleh arus pendek listrik atau korsleting, namun pihak kepolisian dari Polrestabes Makassar masih melakukan penyelidikan lebih lanjut.
Meski demikian, semangat gotong royong dari berbagai pihak terus mengalir untuk membantu meringankan beban para korban. Kepala UPT SPF SD Inpres Bertingkat Labuang Baji berharap bantuan yang diberikan dapat bermanfaat dan menjadi penguat bagi warga Kandea dalam menghadapi masa pemulihan pascabencana.
Sambungnya, kegiatan penggalangan bantuan ini akan terus menjadi agenda rutin sekolah dalam menanamkan nilai-nilai sosial dan kepedulian kepada para siswa sejak dini.
Harapan dari seluruh keluarga besar UPT SPF SD Inpres Bertingkat Labuang Baji, semoga para korban kebakaran di Kandea segera diberikan kemudahan dan kekuatan untuk bangkit kembali.















