Gebyar Kemerdekaan SDN Kaccia: Semangat Kebersamaan Berbuah Empat Medali Porseni

BN Online, Makassar–Semangat kemerdekaan menyelimuti UPT SPF SDN Kaccia Makassar. Dalam rangka menyambut dan memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, sekolah tersebut menggelar rangkaian perlombaan yang berlangsung meriah mulai 10 hingga 20 Agustus 2026.

Kegiatan tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga menjadi ruang untuk mempererat kebersamaan, menumbuhkan sportivitas, serta menggali potensi siswa, guru, dan orang tua siswa.

Di lingkungan internal sekolah, berbagai perlombaan digelar dengan melibatkan seluruh warga sekolah. Para siswa mengikuti beragam lomba, di antaranya estafet terigu, sambung lagu, nyanyi solo, memasukkan pensil ke dalam botol, senam, serta sejumlah permainan kreatif lainnya.

Tak kalah meriah, orang tua siswa juga turut ambil bagian dalam perlombaan antarkelas atau tingkatan. Beberapa lomba yang dipertandingkan yakni nyanyi solo dan sambung lagu. Keterlibatan orang tua ini membuat suasana perayaan kemerdekaan semakin semarak dan penuh kekeluargaan.

Sementara itu, para guru juga memiliki rangkaian perlombaan tersendiri. Guru kelas rendah, guru kelas tinggi, dan guru mata pelajaran turut berkompetisi dalam sejumlah pertandingan, seperti estafet sarung, sambung lagu, bola voli guru, dan balap karung.

Untuk perlombaan guru, rangkaiannya masih akan berlangsung hingga Rabu dan Kamis. Adapun perlombaan bagi siswa dan orang tua siswa telah selesai dilaksanakan.

Tidak berhenti pada perlombaan internal, SDN Kaccia juga ikut ambil bagian dalam Porseni Gugus VI Kecamatan Tamalate yang mempertemukan enam sekolah, yakni SDN Sumanna, SDI Barombong 3, SDN Kaccia, SDN Barombong, SDN Timbuseng 2, dan SDI Bontoa.

Dalam ajang tersebut, SDN Kaccia menunjukkan prestasi membanggakan. Berdasarkan pembaruan perolehan medali pada cabang yang telah selesai dilaksanakan, SDN Kaccia berhasil mengoleksi empat medali, masing-masing dua emas, satu perak, dan satu perunggu.

Dua medali emas diraih melalui cabang bulu tangkis putri dan nyanyi solo putri. Sementara medali perak dipersembahkan dari cabang nyanyi solo putra, sedangkan medali perunggu diraih melalui cabang senam.

Secara kumulatif, SDN Kaccia menempati posisi ketiga klasemen sementara perolehan medali Porseni Gugus VI Kecamatan Tamalate.

Posisi pertama ditempati SDN Sumanna dengan empat emas dan empat perak, disusul SDI Barombong 3 dengan dua emas, lima perak, dan satu perunggu. SDN Kaccia berada di posisi ketiga dengan dua emas, satu perak, dan satu perunggu.

Selanjutnya, SDN Barombong mengoleksi satu emas dan satu perak, SDN Timbuseng 2 meraih satu emas dan satu perunggu, sementara SDI Bontoa mengumpulkan tiga emas dan tiga perak.

Adapun sejumlah cabang yang telah dilaksanakan meliputi nyanyi solo, futsal, dai cilik, cerdas cermat, bulu tangkis, senam, serta voli guru. Kompetisi masih terus bergulir sehingga peluang bagi setiap sekolah untuk menambah koleksi medali masih terbuka.

Kepala UPT SPF SDN Kaccia, Sitti Fatimah, S.Pd.I., M.Pd.I., mengatakan rangkaian kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk merayakan kemerdekaan sekaligus memperkuat rasa persaudaraan di lingkungan sekolah.

“Semangat kemerdekaan harus kita tanamkan melalui kegiatan yang positif. Anak-anak tidak hanya belajar berkompetisi, tetapi juga belajar bekerja sama, disiplin, percaya diri, dan menghargai orang lain,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa keterlibatan guru dan orang tua memberikan warna tersendiri dalam perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di SDN Kaccia.

“Orang tua dan guru juga ikut mengambil bagian. Ini menunjukkan bahwa semangat kemerdekaan bukan hanya milik siswa, tetapi menjadi semangat bersama seluruh keluarga besar sekolah,” jelasnya.

Selain itu, menurutnya, prestasi yang berhasil diraih dalam Porseni Gugus VI menjadi bukti bahwa siswa SDN Kaccia mampu bersaing dan menunjukkan potensi terbaiknya.

“Medali yang diraih tentu menjadi kebanggaan bagi sekolah. Namun yang paling utama adalah prosesnya, bagaimana anak-anak berani tampil, berusaha maksimal, dan tetap menjunjung tinggi sportivitas,” tambahnya.

Meski demikian, ia mengingatkan seluruh peserta agar tidak menjadikan perolehan medali sebagai satu-satunya ukuran keberhasilan. Nilai kebersamaan, persahabatan, dan pengalaman selama mengikuti kompetisi jauh lebih penting.

Sambungnya, pihak sekolah akan terus memberikan dukungan kepada para siswa maupun guru untuk mengembangkan bakat dan kemampuan mereka, baik di bidang olahraga, seni, maupun akademik.

“Harapan kami, semangat kemerdekaan ini terus hidup setelah kegiatan selesai. Anak-anak semakin percaya diri, guru semakin kompak, orang tua semakin dekat dengan sekolah, dan SDN Kaccia terus melahirkan generasi yang berprestasi, berkarakter, serta menjunjung tinggi sportivitas,” tutupya.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *