Langkah Nyata Menuju Sekolah Adiwiyata, SMP Negeri 10 Makassar Perkuat Gerakan Peduli Lingkungan

BN Online, Makassar—UPT SPF SMP Negeri 10 Makassar terus menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan sekolah yang bersih, sehat, hijau, nyaman, sekaligus memiliki budaya peduli dan berkelanjutan terhadap lingkungan. Berbagai program konkret mulai dari pengembangan green house, kebun TOGA, kebun dan hutan sekolah, sanitasi dan drainase, hingga bank sampah terus digalakkan sebagai bagian dari langkah nyata menuju Sekolah Adiwiyata  Selasa (25/8/2026).

Upaya tersebut tidak hanya berorientasi pada pembenahan lingkungan fisik sekolah, tetapi juga diarahkan untuk membangun kesadaran dan karakter peserta didik agar memiliki kepedulian terhadap kelestarian lingkungan sejak dini.

Salah satu program yang dikembangkan adalah pembuatan Green House yang mulai dikerjakan pada Senin (31/8/2026). Green House tersebut akan dimanfaatkan sebagai sarana pembelajaran sekaligus tempat pembibitan tanaman bagi warga sekolah.

Melalui fasilitas ini, peserta didik diharapkan dapat memperoleh pengalaman belajar secara langsung, mulai dari proses pembibitan, penanaman, perawatan, hingga mengamati pertumbuhan tanaman.

Kepala UPT SPF SMPN 10 Makassar, Misbahuddin A, S.Pd., MM, mengatakan, program lingkungan yang dijalankan sekolah merupakan bagian dari komitmen bersama untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang tidak hanya nyaman, tetapi juga mampu menumbuhkan karakter peduli lingkungan kepada peserta didik.

“Sekolah bukan hanya tempat untuk belajar ilmu pengetahuan, tetapi juga tempat membentuk karakter. Karena itu, kepedulian terhadap lingkungan harus ditanamkan melalui pembiasaan dan kegiatan nyata,” ujarnya.

Lebih lanjut, Misbahuddin menjelaskan bahwa pengembangan program lingkungan dilakukan secara bertahap dengan melibatkan seluruh warga sekolah. Menurutnya, keberhasilan menuju Sekolah Adiwiyata tidak dapat diwujudkan hanya oleh pihak sekolah, tetapi membutuhkan kolaborasi antara kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, peserta didik, serta seluruh elemen yang ada di lingkungan sekolah.

Selain Green House, UPTD SPF SMP Negeri 10 Makassar juga mengembangkan Tanaman Obat Keluarga (TOGA). Pemanfaatan lahan sekolah melalui penanaman berbagai jenis tanaman obat tidak hanya memberikan nilai estetika, tetapi juga menjadi media pembelajaran bagi peserta didik.

Kebun TOGA diharapkan dapat mengenalkan peserta didik terhadap keanekaragaman tanaman yang memiliki manfaat bagi kesehatan sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap kekayaan hayati yang ada di lingkungan sekitar.

Selain itu, sekolah terus mengembangkan kebun dan hutan sekolah sebagai bagian dari gerakan penghijauan. Penanaman berbagai jenis tanaman dilakukan untuk menciptakan suasana sekolah yang lebih asri, sejuk, dan nyaman sebagai ruang belajar.

Keberadaan ruang hijau juga diharapkan mampu menjadi laboratorium alam bagi peserta didik. Dengan demikian, proses pembelajaran tidak hanya berlangsung di dalam kelas, tetapi juga dapat dilakukan melalui pengamatan langsung terhadap lingkungan dan ekosistem di sekitar sekolah.

Diketahui, aspek kebersihan dan kesehatan lingkungan juga menjadi perhatian melalui peningkatan pengelolaan sanitasi dan drainase. Pemeliharaan fasilitas sanitasi serta drainase dilakukan untuk menciptakan lingkungan sekolah yang sehat, bersih, dan mampu meminimalkan potensi genangan air.

Sementara itu, program Bank Sampah menjadi salah satu langkah sekolah dalam membangun budaya pengelolaan sampah berbasis 3R (Reduce, Reuse, Recycle).

Melalui program tersebut, peserta didik diajak untuk memilah sampah, mengurangi sampah dari sumbernya, serta memahami bahwa sampah yang dikelola dengan baik dapat memiliki nilai manfaat. Edukasi ini sekaligus menjadi upaya membangun kebiasaan hidup bersih dan bertanggung jawab terhadap lingkungan.

Meski demikian, perjalanan menuju Sekolah Adiwiyata bukanlah sekadar mengejar predikat atau penghargaan. Lebih dari itu, program tersebut diharapkan menjadi budaya yang melekat dalam kehidupan seluruh warga sekolah.

Sambungnya, lingkungan sekolah yang ideal bukan hanya ditandai dengan banyaknya tanaman atau fasilitas yang tertata, tetapi juga dengan tumbuhnya kesadaran setiap individu untuk menjaga kebersihan, menghemat sumber daya, mengelola sampah, serta merawat lingkungan secara berkelanjutan.

“Kami berharap seluruh warga sekolah dapat terus bersinergi. Sekolah yang hijau dan bersih harus lahir dari kesadaran bersama. Apa yang kita tanam dan biasakan hari ini, akan menjadi karakter dan budaya bagi anak-anak kita di masa depan,” tambah Misbahuddin.

Harapannya, berbagai program tersebut dapat terus berkembang dan memberikan dampak nyata terhadap terciptanya lingkungan pendidikan yang sehat, hijau, nyaman, dan berkelanjutan.

UPT SPF SMP Negeri 10 Makassar berkomitmen menjadikan gerakan peduli lingkungan sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari di sekolah. Sebab, Sekolah Adiwiyata bukan sekadar tentang lingkungan yang hijau, tetapi tentang manusia yang memiliki kesadaran untuk mencintai, menjaga, dan melestarikan lingkungan.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *