BN Online, Makassar—UPTD SPF SD Negeri Melayu Muhammadiyah Makassar kembali menunjukkan komitmennya dalam menumbuhkan budaya literasi di lingkungan sekolah melalui kegiatan LIPA (Literasi Pagi). Kegiatan yang dilaksanakan secara rutin setiap hari Selasa pada minggu pertama tersebut berlangsung di halaman sekolah, Selasa (8/9/2026).
Kegiatan LIPA diikuti oleh seluruh siswa-siswi bersama jajaran guru dan tenaga kependidikan. Suasana pagi di lingkungan sekolah tampak semarak ketika para peserta mengikuti rangkaian kegiatan literasi dengan penuh antusias.
Program LIPA menjadi salah satu langkah strategis sekolah dalam membiasakan peserta didik untuk mengawali aktivitas pembelajaran dengan kegiatan yang positif, edukatif, dan mampu memperluas wawasan.
Kepala SD Negeri Melayu Muhammadiyah Makassar, Sitti Rahmi Chaeruddin, S.Or., S.Pd, mengatakan bahwa kegiatan literasi pagi merupakan bagian dari upaya sekolah membangun kebiasaan membaca sekaligus meningkatkan minat dan kemampuan literasi peserta didik.
“Literasi bukan hanya tentang membaca dan menulis, tetapi juga bagaimana anak-anak mampu memahami informasi, berpikir kritis, serta menyampaikan gagasan dengan baik,” ujarnya.
Lebih lanjut, Sitti Rahmi menjelaskan bahwa pembiasaan literasi perlu dilakukan secara konsisten agar menjadi bagian dari karakter dan keseharian siswa. Menurutnya, sekolah memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuhnya budaya literasi sejak dini.
Selain itu, kegiatan LIPA juga menjadi ruang bagi siswa untuk tampil, berkomunikasi, berbagi pengetahuan, dan mengembangkan rasa percaya diri. Dengan suasana yang dilakukan secara bersama-sama di halaman sekolah, kegiatan literasi diharapkan tidak terasa monoton, tetapi menjadi aktivitas yang menyenangkan bagi seluruh peserta didik.
Meski demikian, pelaksanaan budaya literasi membutuhkan keterlibatan semua pihak. Dukungan guru, orang tua, dan lingkungan sekolah menjadi faktor penting agar kebiasaan membaca dan belajar dapat terus tumbuh dalam diri siswa.
Diketahui, LIPA merupakan salah satu bentuk kegiatan pembiasaan yang dikembangkan UPTD SPF SD Negeri Melayu Muhammadiyah Makassar untuk memperkuat karakter positif peserta didik. Pelaksanaannya secara rutin diharapkan mampu menciptakan generasi yang tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga memiliki wawasan luas dan kemampuan berpikir kritis.
Sambungnya, sekolah akan terus mendorong berbagai kegiatan yang dapat memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi siswa. Literasi diharapkan tidak berhenti pada kegiatan membaca, tetapi berkembang menjadi budaya belajar yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Harapan, melalui kegiatan LIPA yang dilaksanakan secara berkelanjutan, seluruh siswa SD Negeri Melayu Muhammadiyah Makassar semakin gemar membaca, memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, berani menyampaikan pendapat, serta mampu menjadi generasi pembelajar yang kreatif, kritis, dan berkarakter.
Kegiatan LIPA pun menjadi bukti bahwa membangun budaya literasi dapat dimulai dari langkah sederhana, dilakukan secara konsisten, dan diciptakan dalam suasana yang menyenangkan.















