Ilegal Logging di Tojo Una-Una Semakin Marak, Pemerintah Desa Tak Berdaya

BN Online, Touna–Maraknya praktik pembalakan kayu di hutan Kabupaten Tojo Una-Una (Touna) akhir-akhir ini semakin sulit dikendalikan. Aktivitas para penjarah kayu terjadi setiap hari tanpa sedikitpun pengawasan dari pihak berwenang.

Akibatnya, kerusakan hutan tak bisa terhindarkan. Sementara masyarakat yang tinggal dan beraktifitas di kebun disekitar hutan tidak berdaya menghentikan penebangan liar yang terjadi setiap hari.

Dampak yang terjadi semakin mengkhawatirkan, sebab bukan hanya penggundulan hutan dan ancaman banjir serta tanah longsor tapi juga berakibat rusaknya beberapa ruas jalan kantong produksi yang menjadi satu-satunya akses bagi para petani dari dan menuju lokasi perkebunan.

Fakta ini ditemukan awak Bidik Media saat melakukan investigasi pada hari Jumat dan Sabtu (8-9/10/2021) dibeberapa titik di Kecamatan Ampana Tete, Kecamatan Ulubongka, Kecamatan Tojo dan Kecamatan Tojo Barat.

Menurut keterangan Kepala Desa Nggawia dan Kepala Desa Tombiano saat ditemui di tempat terpisah menjelaskan bahwa aktifitas penjarahan kayu sudah berlangsung sejak lama dan itu dilakukan terang-terangan. Masyarakat banyak yang datang menyampaikan keluhannya namun pihak Pemerintah Desa tidak berdaya menghadapi para pelaku ilegal logging.

Mereka berharap ada pihak yang mau peduli pada pelestarian hutan dan nasib masyarakat yang tinggal di desa sekitar area hutan. Sebab jika aksi penjarahan kayu di hutan tidak dihentikan maka bencana banjir dan tanah longsor yang akan menimpa masyarakat di desa tersebut hanya tinggal menunggu waktu.

Menurut pengakuan salah satu masyarakat desa Tombiano yang tidak ingin disebutkan namanya mengatakan “Pokoknya orang menebang kayu tiap hari mulai dari desa Ujung Tibu, desa Nggawia sampai desa Tombiano (Ke tiga desa tersebut berada di wilayah Kecamatan Tojo Barat). Habis rusak semua jalan ke kebun, bahkan untuk jalan motor saja sulit karena banyak jalan yang rusak akibat mobil truck pengangkut kayu yang setiap saat melintas di jalan kantong produksi,” ujarnya pada awak Bidik Media.

Di tempat lainnya di desa Tayawa Kecamatan Tojo kami menemukan banyak tumpukan kayu bantalan hasil penebangan liar menumpuk dipinggiran jalan poros yang menghubungkan antara Kabupaten Tojo Una-Una menuju Kabupaten Morowali Utara.

Selain itu, disekitar lokasi yang sama (Desa Tayawa) kami juga menemukan peralatan “Pacende” yang digunakan untuk menarik kayu hasil tebangan dari hutan menuju pinggiran jalan.

Dari beberapa masyarakat yang kami temui mengungkapkan harapan mereka kiranya ada upaya dari pemerintah daerah Touna maupun pemerintah provinsi Sulawesi Tengah agar dapat memperhatikan nasib dan masa depan mereka yang selalu dibayangi kekhawatiran akan bencana banjir dan tanah longsor.

Disisi lain mereka juga berharap adanya keseriusan dari aparat penegak hukum dan pihak berwenang lainnya dalam melakukan penindakan terhadap para pelaku ilegal logging di Kabupaten Tojo Una-Una. (YD)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *