BN Online, Makassar – UPT SPF SDI Bitoa Kota Makassar menggelar Focus Group Discussion (FGD) sekaligus seminar rancangan proyek transformasi bertajuk “Meningkatkan Kualitas Pembelajaran dengan Membangun Ekosistem Literasi melalui Program Bangun Literasi (BaLi)”.
Kegiatan ini melibatkan guru, orang tua siswa, komite sekolah, serta kepala sekolah sebagai bagian dari upaya memperkuat perkembangan literasi di lingkungan sekolah.
Rancangan proyek ini ditawarkan kepada guru dan orang tua siswa sebagai model kolaborasi nyata dalam meningkatkan mutu pembelajaran. Proyek transformasi BaLi sendiri merupakan tugas akhir dari rangkaian kegiatan pelatihan BCKS dan menjadi syarat terbitnya sertifikat pelatihan yang dijadwalkan selesai pada 10–19 September 2025.
Kepala UPT SPF SDI Bitoa Makassar, Muh. Ikbal, S.Pd., menyampaikan bahwa inisiatif ini tidak hanya menargetkan peningkatan keterampilan membaca dan menulis siswa, tetapi juga membangun budaya literasi yang lebih kuat di sekolah.
“Lebih lanjut, program BaLi ini kami rancang agar menjadi gerakan bersama, di mana orang tua juga punya peran strategis dalam menumbuhkan minat baca anak sejak dini,” ujarnya.
Selain itu, menurutnya, keterlibatan komite sekolah dan guru sangat penting untuk memperluas ruang kolaborasi serta memastikan kesinambungan program.
“Harapan kami, melalui BaLi, SDI Bitoa dapat melahirkan ekosistem literasi yang bukan hanya bermanfaat di sekolah, tetapi juga di lingkungan keluarga dan masyarakat sekitar,” sambungnya.
Oleh sebab itu, kegiatan FGD ini digelar sebagai ruang dialog untuk menyamakan persepsi, membahas strategi implementasi, dan menyusun langkah-langkah praktis yang dapat dijalankan bersama.
“Tambahannya, program BaLi juga akan memfasilitasi pengadaan pojok baca kelas, lomba literasi, serta workshop menulis kreatif bagi siswa dan guru,” tutup Muh. Ikbal.















