BN Online, Makassar–UPTD SPF SMP Negeri 10 Makassar menegaskan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas tata kelola pendidikan sekaligus kepedulian terhadap lingkungan hidup. Hal tersebut ditunjukkan melalui kehadiran Kepala UPTD SMPN 10 Makassar, Misbahuddin A, S.Pd., dalam agenda penting “Asesmen Kompetensi dan Kinerja Kepala Sekolah SMP” yang dirangkaikan dengan Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) Bank Sampah Kota Makassar, bertempat di Makassar pada Senin, 21 September 2026.
Kegiatan strategis ini dihadiri langsung oleh Wali Kota Makassar, H. Munafri Arifuddin, S.H., jajaran Dinas Pendidikan Kota Makassar, serta para kepala sekolah jenjang SMP se-Kota Makassar.
Pelaksanaan asesmen kompetensi dan kinerja ini bertujuan untuk mengevaluasi, memetakan, serta meningkatkan standar kepemimpinan para kepala sekolah di Kota Makassar. Melalui asesmen ini, diharapkan para kepala sekolah mampu melahirkan inovasi pembelajaran, memperkuat manajemen sekolah, dan memastikan tercapainya mutu pendidikan yang inklusif serta berkelanjutan.
Kepala SMPN 10 Makassar, Misbahuddin., menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan ini. Beliau menekankan pentingnya asesmen sebagai ruang evaluasi diri dan penguatan mutu kepemimpinan di tingkat satuan pendidikan.
“Alhamdulillah, kami hadir langsung memenuhi undangan agenda penting ini. Asesmen ini menjadi pijakan utama bagi kami di UPTD SMPN 10 Makassar untuk terus membenahi manajemen, meningkatkan profesionalisme, serta menyelaraskan program sekolah dengan visi Pemkot Makassar dalam mencetak generasi muda yang unggul,” ujar Misbahuddin.
Tidak hanya berfokus pada penguatan kapasitas kepemimpinan, kegiatan ini dirangkaikan dengan Penandatanganan MoU Bank Sampah Kota Makassar bersama Pemerintah Kota Makassar. Langkah ini menjadi wujud nyata sinergi sektor pendidikan dalam mendukung program pengelolaan sampah berbasis masyarakat dan lingkungan sekolah.
Wali Kota Makassar, H. Munafri Arifuddin, S.H., dalam arahannya mengapresiasi kolaborasi seluruh jajaran pendidik. Beliau menegaskan bahwa sekolah merupakan garda terdepan dalam menanamkan kesadaran lingkungan kepada generasi muda sejak dini melalui pengelolaan sampah yang terstruktur.
Melalui kemitraan ini, SMP Negeri 10 Makassar siap mengimplementasikan program pemilahan dan pengolahan sampah mandiri di lingkungan sekolah guna mewujudkan budaya Adiwiyata yang berkesinambungan.
Lebih lanjut, Misbahuddin menjelaskan bahwa pihaknya akan segera menindaklanjuti MoU tersebut dengan menyusun program konkret di tingkat sekolah.
“Kami tidak ingin berhenti di atas kertas saja. Setelah MoU ini, kami akan langsung menyusun langkah teknis, mulai dari pembentukan struktur bank sampah sekolah, pelatihan bagi siswa dan guru, hingga penyediaan sarana pemilahan sampah di setiap sudut sekolah,” jelasnya.
Selain itu, ia juga menekankan bahwa program bank sampah ini akan diintegrasikan ke dalam kegiatan pembelajaran dan ekstrakurikuler.
“Kami akan jadikan bank sampah ini sebagai laboratorium hidup bagi anak-anak. Mereka tidak hanya belajar teori tentang lingkungan, tetapi juga mempraktikkannya langsung. Ini bagian dari penguatan karakter dan Profil Pelajar Pancasila,” tambahnya.
Meski demikian, ia mengakui bahwa membangun budaya peduli lingkungan di sekolah bukanlah perkara instan.
“Tantangan terbesarnya adalah konsistensi. Kami sadar bahwa mengubah kebiasaan butuh waktu dan pendampingan. Karena itu, kami akan melibatkan seluruh warga sekolah, termasuk orang tua, agar program ini berjalan berkelanjutan,” tuturnya.
Diketahui, Bank Sampah Kota Makassar merupakan program strategis Pemerintah Kota Makassar dalam mengurangi volume sampah yang berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Melalui kolaborasi dengan sekolah-sekolah, program ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem pengelolaan sampah yang mandiri dan bernilai ekonomis.
Sambungnya, Misbahuddin juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Makassar atas inisiatif yang menyatukan dua agenda penting sekaligus, yakni peningkatan mutu kepemimpinan dan kepedulian lingkungan.
“Kami sangat mengapresiasi langkah Pak Wali Kota yang memadukan asesmen kepemimpinan dengan program lingkungan. Ini menunjukkan bahwa pendidikan dan lingkungan adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Sekolah yang baik adalah sekolah yang peduli pada masa depan anak dan masa depan bumi,” sambungnya.
Harapan ke depannya, melalui kehadiran dan komitmen dalam agenda ini, UPTD SMP Negeri 10 Makassar dapat terus meningkatkan kualitas tata kelola pendidikan, melahirkan pemimpin sekolah yang profesional, serta menjadi pelopor sekolah Adiwiyata yang mampu menginspirasi satuan pendidikan lain di Kota Makassar.
“Kami berharap apa yang kami mulai hari ini menjadi langkah awal yang membawa manfaat besar, tidak hanya bagi sekolah kami, tetapi juga bagi masyarakat dan lingkungan Kota Makassar. Pendidikan yang bermutu dan lingkungan yang lestari adalah warisan terbaik untuk generasi mendatang,” tukas Misbahuddin.















