SDN Kapota Yudha Makassar Gelar Penarikan Mahasiswa UNM, Wujud Sinergi Pendidikan yang Inspiratif

BN Online, Makassar–UPT SPF SDN Kapota Yudha Makassar menggelar acara penarikan mahasiswa dari Universitas Negeri Makassar (UNM) pada Rabu (22/4/2026). Kegiatan ini menjadi momen haru sekaligus refleksi atas perjalanan panjang mahasiswa yang telah mengabdi di sekolah tersebut.

Kepala UPT SPF SDN Kapota Yudha Makassar, Afiyah Fataruba, S.Pd, mengatakan bahwa para mahasiswa telah menunjukkan dedikasi luar biasa selama masa penugasan mereka.

“Anak-anak kami sangat antusias belajar bersama para mahasiswa UNM. Mereka tidak hanya mengajar, tapi juga menjadi kakak asuh yang inspiratif,” ujar Afiyah penuh haru.

Selain itu, kegiatan penarikan ini juga diisi dengan sesi berbagi pengalaman dan unjuk bakat dari siswa-siswi yang didampingi oleh para mahasiswa selama beberapa bulan terakhir. Suasana haru bercampur bahagia tampak dari pelukan dan tangis perpisahan antara siswa dan mahasiswa.

Diketahui, program ini merupakan bagian dari kerja sama rutin antara Dinas Pendidikan Kota Makassar dan Universitas Negeri Makassar dalam mencetak calon pendidik profesional. Sebanyak puluhan mahasiswa dari berbagai jurusan kependidikan diterjunkan sejak awal Januari lalu untuk menjalankan praktik pengalaman lapangan (PPL) sekaligus program pengabdian masyarakat.

Oleh karena itu, Afiyah menegaskan bahwa kolaborasi antara sekolah dasar dan perguruan tinggi harus terus dipertahankan dan bahkan ditingkatkan.

“Kami di sekolah sangat terbuka untuk terus bersinergi dengan UNM. Program seperti ini memberi angin segar bagi peningkatan kualitas pembelajaran di daerah,” tambahnya.

Tambahnya, meskipun resmi ditarik, pihak sekolah berharap tali silaturahmi tidak putus. “Mari kita jalin komunikasi terus. Sekolah kami selalu terbuka untuk kunjungan dan program lanjutan,” ucapnya kepada para mahasiswa.

Harapan ke depan, Afiyah berharap program serupa dapat berlangsung lebih lama dan melibatkan lebih banyak mahasiswa. Ia juga berpesan agar para mahasiswa yang telah ditarik dapat menerapkan ilmu dan pengalaman berharga selama di Kapota Yudha saat nanti menjadi guru sejati.

“Jadilah pendidik yang tidak hanya cerdas, tapi juga berhati. Karena hati adalah inti dari pendidikan,” pesannya mengakhiri acara penarikan yang berlangsung khidmat.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *