BN Online, Makassar—Suasana meriah dan penuh warna menyelimuti halaman UPT SPF SMPN 35 Makassar pada Rabu, 29 April 2026. Ratusan siswa, guru, serta orang tua wali memadati area sekolah untuk menyaksikan gelaran Gebyar Kokurikuler Budaya Nusantara dan Pentas Seni Pesona Tradisional Nusantara yang spektakuler.
Acara yang digelar setahun sekali ini menjadi panggung unjuk bakat sekaligus bentuk pelestarian budaya bangsa di tengah gempuran era digital.
Kepala UPT SPF SMPN 35 Makassar, H. A. Asran, S.Pd., M.Pd., mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dengan tema kearifan lokal.
“Kami ingin anak-anak tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki jiwa nasionalisme yang kuat. Melalui gebyar kokurikuler ini, mereka belajar mencintai budaya sendiri sejak dini,” ujarnya.
Lebih lanjut, H. A. Asran menjelaskan bahwa seluruh kegiatan ekstrakurikuler di sekolahnya ambil bagian dalam perhelatan ini. Mulai dari tari tradisional, musik angklung, teater, hingga pencak silat.
“Setiap siswa wajib mengikuti minimal satu kegiatan kokurikuler. Hari ini adalah puncak dari latihan dan kerja keras mereka selama satu semester,” tambahnya.
Selain itu, berbagai pertunjukan memukau juga ditampilkan oleh para guru dan alumni. Penampilan kolaborasi Tari Saman dari Aceh yang dipadukan dengan Tari Pakarena asal Sulawesi Selatan berhasil membuat penonton terpukau dan berdiri memberikan tepuk tangan meriah.
Diketahui, UPT SPF SMPN 35 Makassar kini menaungi lebih dari 700 siswa dengan 12 kegiatan kokurikuler aktif. Gebyar budaya kali ini mengusung konsep panggung terbuka yang memungkinkan orang tua turut menyaksikan langsung dari area sekitar sekolah.
Sambungnya, antusiasme siswa sangat luar biasa. Beberapa dari mereka bahkan merancang sendiri kostum dan properti tari menggunakan bahan daur ulang yang dihias dengan ornamen nusantara.
“Mereka belajar membuat baju adat dari plastik bekas, topeng dari kardus, hingga properti tari dari bambu. Hasilnya sangat kreatif dan mengejutkan kami para guru,” ungkapnya dengan bangga.
Harapannya, kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut setiap tahun dan bahkan melibatkan lebih banyak elemen masyarakat ke depannya.
“Kami berharap SMPN 35 bisa menjadi duta budaya di Kota Makassar. Jangan sampai anak-anak kita lebih hafal tarian Korea daripada tarian sendiri. Mari kita bangkitkan rasa cinta tanah air melalui seni dan budaya nusantara,” pungkas H. A. Asran.
Gebyar ditutup dengan atraksi drumband yang membawakan aransemen lagu daerah Nusantara secara medley, disambut sorak sorai ribuan pasang mata yang hadir.















