BN Online, Makassar –UPT SPF SD Inpres Batua I Kecamatan Manggala Kota Makassar menggelar peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia pada Sabtu, 6 Juni 2026. Seluruh siswa, guru, dan staf sekolah turut serta dalam rangkaian kegiatan yang bertema global “Inspired by Nature. For Climate. For Our Future” atau “Terinspirasi oleh Alam. Untuk Iklim. Untuk Masa Depan Kita”. Peringatan tahun 2026 ini berfokus pada upaya menghadapi Triple Planetary Crisis yang meliputi perubahan iklim, hilangnya keanekaragaman hayati, serta polusi. Sejalan dengan arah global tersebut, Indonesia mengusung tema nasional “Saatnya Bekerja untuk Iklim”.
Kepala UPT SPF SDI Batua I Makassar, Hijrah Nurja Husmal, S.Pd., mengatakan bahwa peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia dilaksanakan sebagai bentuk komitmen sekolah dalam menanamkan kepedulian lingkungan sejak dini kepada peserta didik. Kegiatan yang digelar meliputi kerja bakti membersihkan lingkungan sekolah, penanaman tanaman hias dan obat di lahan sekolah yang tersedia, serta edukasi pemilahan sampah organik dan non-organik kepada siswa.
Lebih jauh, Hijrah Nurja Husmal menjelaskan bahwa pihak sekolah telah lama mengintegrasikan pendidikan lingkungan dalam proses belajar mengajar sehari-hari. Siswa diajarkan untuk membuang sampah pada tempatnya serta memahami pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sekolah maupun rumah. Bahkan, pada November 2025 lalu, sekolah telah memproduksi 10.000 liter eco-enzyme dari limbah organik yang dipersembahkan untuk Kota Makassar sebagai bentuk aksi nyata pengelolaan sampah.
Selain itu, UPT SPF SDI Batua I Makassar juga baru saja menjalin kerja sama dengan Klikhijau, sebuah platform edukasi dan aksi lingkungan, pada 19 Mei 2026 untuk memperkuat gerakan sekolah ramah lingkungan secara berkelanjutan. Kerja sama ini diharapkan dapat mendukung berbagai inisiatif pengelolaan lingkungan yang sudah mulai berjalan di sekolah.
Diketahui, Hari Lingkungan Hidup Sedunia pertama kali ditetapkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa pada tahun 1972 dalam Konferensi Stockholm tentang Lingkungan Hidup Manusia. Peringatan ini menjadi momentum global untuk meningkatkan kesadaran perlindungan lingkungan serta mendorong aksi nyata dalam menghadapi tantangan perubahan iklim yang semakin nyata.
Sambungnya, edukasi lingkungan sejak dini merupakan salah satu kunci untuk membangun kesadaran kolektif terhadap pentingnya menjaga alam bagi generasi mendatang. Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia bukan sekadar kegiatan seremonial tahunan, melainkan momentum untuk menggerakkan perubahan perilaku masyarakat agar lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan dan pelestarian alam.
Harapan Kepala UPT SPF SDI Batua I Makassar, seluruh siswa dapat menginternalisasi nilai-nilai kepedulian lingkungan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga tumbuh menjadi generasi penerus yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kepekaan ekologis yang tinggi. Dengan kebiasaan baik yang ditanamkan sejak dini, diharapkan kesadaran menjaga lingkungan dapat tumbuh menjadi budaya bersama dan memberikan dampak nyata bagi keberlanjutan bumi di masa depan.















