BN ONLINE MAKASSAR — Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Makassar menggandeng Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan bank sampah untuk mendorong siswa SD hingga SMP membiasakan memilah sampah sejak dini.(22/09/2026)
Program tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Makassar memperkuat budaya peduli lingkungan di satuan pendidikan. Kepala Disdik Makassar Achi Soleman mengatakan, saat ini terdapat 86 inovasi lingkungan yang dikembangkan di jenjang SD dan SMP.
Kolaborasi dengan bank sampah diharapkan membuat inovasi tersebut tidak sekadar menjadi program sekolah, tetapi berkembang menjadi kebiasaan sehari-hari bagi seluruh warga sekolah.
“Melalui penandatanganan kerja sama ini, kami berharap terbangun komitmen bersama antara bank sampah dengan sekolah, di mana sekolah menjadi tempat tumbuhnya budaya peduli lingkungan,” kata Achi.
Gerakan tersebut juga memperkuat capaian program Adiwiyata di Makassar. Data Disdik mencatat sebanyak 320 sekolah telah meraih predikat Adiwiyata, terdiri atas 203 Adiwiyata Kota, 83 Adiwiyata Provinsi, 25 Adiwiyata Nasional, dan 9 Adiwiyata Mandiri.
Melalui kerja sama ini, siswa akan dibiasakan mengenali dan memilah sampah sejak dari sumbernya. Sampah yang masih memiliki nilai ekonomi dapat disalurkan melalui bank sampah sehingga turut mendukung pengurangan sampah yang masuk ke TPA.
Achi berharap kolaborasi sekolah, bank sampah, DLH, Dewan Lingkungan, dan pihak terkait terus diperkuat. Menurutnya, sekolah menjadi ruang strategis untuk menanamkan kepedulian lingkungan sejak dini.
“Kami berharap kerja sama ini menjadi langkah nyata untuk membangun sekolah yang bersih, sehat, peduli lingkungan, sekaligus mendidik generasi yang bertanggung jawab terhadap keberlanjutan lingkungan,” pungkasnya.















