Vaksin Covid-19 Tahap Pertama Tiba di Sulbar, Bupati Mateng Siap Melaksanakan Intruksi Pemerintah Pusat

BN Online, Mateng–Vaksin Covid-19 tahap pertama tiba di Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) hari ini sebanyak 21.138, dengan target sasaran tenaga kesehatan sebanyak 10.600.
Menanggapi hal itu, Bupati Mamuju Tengah (Mateng) H.Aras Tammauni membeberkan, pemerintah Mamuju Tengah tetap siap melaksanakan tugas sesuai dengan perintah pemerintah pusat. Sebab, ia menilai bahwa pemerintah pusat tidak mungkin mengirim vaksin ke-Sulbar untuk membahayakan masyarakat.
“Kita siap-siap saja sesuai dengan perintah pemerintah pusat, tidak mungkin juga pemerintah pusat mengirim Vaksin kesini yakin dan percaya tidak untuk membahayakan masyarakat. Saya rasa ini pemerintah pusat sudah tepat mengirim obat ini,” ungkap Aras saat diwawancarai diruangan kerjanya, rabu (6/1/2021)
Untuk itu, sasaran pertama yang akan disuntikkan Vaksin Covid19, H.Aras Tammauni juga menyatakan sesuai dengan aturan sasaran pertama yang akan diujicobakan adalah tenaga kesehatan.
“Sasaran pertamanya untuk di vaksinkan adalah petugas kesehatan, maunya saya yang pertama di Vaksin tetapi ada aturan dan undang undang Negara yang mengatur bahwa usia 60 tahun keatas tidak bisa di Vaksinkan dan 60 kebawak baru bisa di Vaksin. Kita semua mesti legowo menerima kenyataan apa yang menjadi intruksi pemerintah pusat itu yang kita laksanakan,” sambungnya
Lebih lanjut, Aras menambahkan, untuk progres pelaksanaan Vaksinasi tergantung dari pemerintah pusat. Untuk Pemkab Mateng sendiri hari inipun siap, namun adanya ketentuan dan regulasinya bahwa usia 60 tahun tidak bisa di Vaksin sehingga proses pelaksanaanya menunggu dari pemerintah pusat.
“Selain itu, kita menunggu, setiap keputusan yang diambil oleh pemerintah itu yang terbaik. Harapan saya untuk Mamuju Tengah, semakin di Vaksin masyarakat itu yang terbaik. Nah yang tidak baiknya itu umur 60 tahun keatas tidak bisa di Vaksin seperti Bupati-nya karena usiannya lebih 60 tahun.” Kuncinya. (Yuni)
 

Leave a Reply

Your email address will not be published.