NU, MUI, FKUB Dukung Wali Kota Danny Batasi Kegiatan Rumah Ibadah dan Jam Operasional Usaha

BN Online, Makassar–Dukungan Ormas Islam, –NU, MUI bersama FKUB menemui Walikota Makassar Moh Ramdhan Pomanto (Danny Pomanto) di kediamannya, Jalan Amirullah, Rabu (7/7/21). Organisasi keagamaan itu memberi dukungan kepada Danny Pomanto melakukan pembatasan kegiatan termasuk di rumah ibadah.

Kebijakan Danny yang tertuang dalam surat edaran Walikota Makassar ini, selain sebagai langkah konkret menekan penularan virus corona, juga sebagai implementasi instruksi dari pemerintah pusat. Dalam instruksi pemerintah pusat disebutkan wilayah (kabupaten/kota) yang masuk zona orange dan zona merah, –pelaksanaan ibadah di rumah ibadah ditiadakan sementara waktu dan dioptimalkan di rumah, hingga wilayah tersebut dinyatakan aman atau berstatus zona hijau.

“Jadi kita ini titik beratnya di zona orange dan hanya sementara waktu. Bukan hanya masjid tapi semua rumah ibadah. Seluruh umat beragama saya hormati, sebagai Pemerintah Daerah yang harus ikut perintah Undang-undang, peraturan berlaku, dan instruksi Pusat, saya tidak bisa melakukan modifikasi apa pun, akan tetapi perintah ini memberi ruang jika wilayah itu,”jelas Danny.

Sebagai kepala daerah, lanjut Danny kepada tiga organisasi keagamaan menjelaskan, akan terus mengoptimalkan kerja-kerja tim Satuan Tugas Pengurai Keramaian (Satgas Raika), Covid Hunter, dan Tim Detektor Covid agar bisa menekan laju penyebaran Covid-19.

Menurut Danny, penularan Covid-19 bisa tekan jika mendapatkan dukungan ormas-ormas Islam dan semua masyarakat mematuhi protokol kesehatan demi kebaikan bersama.

“Jadi bukan hanya kota tapi juga RT, saya akan turunkan detektor memberi penilaian status masing-masing RT, kalau statusnya sudah kuning dan hijau akan dibuka kembali, saya juga tidak senang dengan kondisi ini, tapi hrus dilakukan karena perintah negara,” ungkapnya.

Sementara untuk Tempat Hiburan Malam (THM) yang juga menjadi polemik, Danny menegaskan akan menutup THM jika terbukti tidak mematuhi protokol kesehatan.

“Satu yang berbuat saya akan tutup semuanya. Laporkan saja langsung. Dan saya akan tindaki,” tegas Walikota Danny. Ia mengaku lega karena mendapat dukungan dari ormas Islam.

Ketua FKUB, Prof Arifuddin Ahmad mengatakan, menyikapi pertanyaan-pertanyaan tentang penutupan rumah ibadah, pertemuan ini salah satu poin terpenting adalah bagaimana menyiasati pemanfaatan rumah ibadah tetap jalan dalam rangka penguatan tetapi juga tidak bertentangan dengan instruksi Menteri Dalam Negeri.

“Kita sangat mendukung dan semua ormas dan forum umat beragama sangat mendukung langkah pak wali untuk melakukan deteksi awal terhadap seluruh bahkan sampai di tingkat RT. Menurut saya ini akan memudahkan kami dari majelis agama maupun pimpinan ormas untuk lebih mudah menyampaikan kepada masyarakat,” jelasnya.

Ia pun berharap langkah yang di ambil pemerintah pusat dapat berjalan dengan baik dan Masyarakat diminta mematuhi hal tersebut agar segera dapat memutus wabah Covid 19. (*)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *