Wali Kota Danny-Kapolrestabes Witnu Akhirnya Tutup Sementara Aktivitas THM di Makassar

BN Online, Makassar--Merespons reaksi publik atas surat edaran pembatasan kegiatan masyarakat, Walikota Makassar Moh Ramdhan Pomanto (Danny Pomanto) bersama Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Witnu Urip Laksana serta pihak terkait melakukan pengkajian ulang terkait surat edaran terkhususnya poin 7 dan 10.

Hasil kajian, diputuskan selama PPKM tidak ada lagi Tempat Hiburan Malam (THM) yang dibolehkan beroperasi sementara waktu.
“PPKM di Makassar sudah 6x berjalan. Dan kali ini dari Kemenkes Kita (Kota Makassar) dimasukkan dalam zona orange) makanya dalam pasal instruksi Kemendagri untuk sementara waktu tempat ibadah tidak dibolehkan. Tapi ini bersifat imbauan. Karena “rasa ketidakadilan” terusik, jadi malam ini kita revisi,” ucapnya, di Kediamannya, Rabu malam (7/7/21).

Danny pun tidak mau mengambil keputusan sepihak. Ia mengkaji berdasar data yang valid dari para ahli Epidemolog.

Dalam diskusinya, Danny menyebut peran Tim Detektor yang dikerahkan agar dapat menilai zona per RT.
“Mencegah dari awal wabah covid 19 ini lebih baik dari pada harus menunggu kejadian seperti di Jawa, Bali dan India. Tim detektor ini akan menilai RT mana yang zona hijau, orange dan merah. Kalau merah pasti kita tutup dan akan ditracing serta treatment hingga pulih dan mendapat predikat zona hijau,” sebut Danny.

Danny juga mengatakan tak ada larangan adzan di dalam surat edarannya. Hanya saja diimbau untuk lebih baik shalat di rumah sambil menunggu sementara waktu virus ini dapat ditekan penyebarannya.

Sementara, Kapolrestabes Kota Makassar, Kombes Pol Witnu Urip Laksana mensupport penuh langkah yang diambil Danny.

Kapolres meminta masyarakat tidak perlu kaku menanggapi surat edaran Walikota Makassar. Karena misi utamanya yakni keselamatan warga Kota Makassar. “Pertama sudah sepakat dengan pak wali. Makassar zona orange. Pak wali membuat surat edaran berdasar instruksi pusat. Di mana membatasi ruang dan jam operasional. Saya harap tidak ditanggapi kaku. Kita akan kaji dan mengevaluasi perkembangan situasi di lapangan, khususnya poin nomor 7 dan 10,” jelasnya.

Tak hanya itu, besok akan mengerahkan anggotanya untuk meninjau langsung lokasi THM dan sejenisnya untuk mengimbau penutupan sementara waktu.

“Tiga fokus utama kami yakni untuk kegiatan-kegiatan PPKM, yang kedua non PPKM. Kita akan menggerakkan TNI dan Polri serta Pemkot untuk melakukan pendisiplinan-pendisiplinan protokol kesehatan,” jelasnya.

Witnu juga menekankan pentingnya vaksinasi massal. Menurutnya, vaksinasi dilakukan untuk menekan penyebaran penularan virus Covid-19.
Semakin banyak yang divaksin lanjut dia, herd immunity masyarakat dapat terbentuk. Sehingga dapat melindungi diri dan orang lain dari paparan virus. Dengan demikian masyarakat dapat beraktivitas seperti biasa agar ekonomi kembali menggeliat. “PPKM ini dilakukan untuk kebaikan masyarakat. Dan jangan lupa untuk vaksin, serta mematuhi tetap protokol kesehatan, agar kita cepat bisa mencapai zona hijau dan kita kembali bisa beraktivitas seperti biasa,” pungkas Witnu. (*)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.