UPT SPF SDI Toddopuli I Makassar Terima Mahasiswa Kampus Mengajar Angkatan 7 Tahun 2024

BN Online, Makassar –– UPT SPF SDI Toddopuli I yang terletak di Jl. Jati, No 1 A, Kecamatan Panakkukang Kota Makassar menerima Mahasiswa Kampus mengajar angkatan 7 tahun 2024, selama empat bulan, mulai dari 27 Februari hingga 19 Juni 2024.

Kedatangan Mahasiswa dari
1. A. Tenri Abeng, STKIP YPUP Makassar, 2. Andi Zahrah Muflihah Rusli, Universitas Negeri Makassar, 3. Nurhaliza, Universitas Muslim Indonesia, 4. Jihan Chepy Fadhilah, Universitas Negeri Makassar, 5. Chatrine Jessica Anggu, STIK Stella Maris Makassar, dan dosen pendamping, Isgunandar S.I.P., M.Si, disambut langsung oleh kepala UPT SPF SDI Toddopuli I Makassar, Zusanti, S. Pd.

Kampus mengajar ini merupakan kanal pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar diluar kampus selama beberapa bulan guna melatih kemampuan menyelesaikan permasalahan yang kompleks dengan menjadi mitra guru untuk berinovasi dalam pembelajaran, pengembangan strategi dan model pembelajaran yang kreatif, inovatif, serta menyenangkan.

Saat dikonfirmasi awak media ini, kepala UPT SPF SD INPRES TODDOPULI I, Zusanti, S. Pd menyampaikan bahwa sekolah yang dipimpinnya telah merasakan dampak positif kehadiran mahasiswa Program Kampus Mengajar, terutama melalui program-program pengembangan soft skills yang sudah dijalankan oleh mahasiswa.

“Kami melihat dan merasakan sendiri bagaimana Program Kampus Mengajar sangat bermanfaat bagi sekolah, khususnya peserta didik yang terdampak langsung dari program penguatan soft skills peserta didik. Terima kasih untuk programnya,” tuturnya.

Dengan dampak baik yang sudah berhasil ditorehkan oleh mahasiswa, Kepala UPT SPF SDI Toddopuli I Makassar, Zusanti, S. Pd menambahkan terima kasih kepada Kemendikbud Ristek atas pelaksanaan Program Kampus Mengajar.

Ia melanjutkan, meskipun program-program yang dijalankan oleh mahasiswa ditujukan untuk mendukung pembelajaran siswa, masa pengabdian di Kampus Mengajar juga diharapkan bisa menjadi wahana bagi mahasiswa untuk mengasah kompetensi, belajar hal baru, dan juga memberikan gambaran nyata bagaimana proses pendidikan berjalan saat ini.

“Saya menekankan kepada mahasiswa bahwa program-program yang dijalankan, harus juga bisa memberikan manfaat bagi mereka dalam mengasah kompetensi. Jadi tidak hanya berdampak bagi peserta didik, tapi juga bermanfaat bagi mahasiswa,” imbuhnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *