BN Online, Makassar-–UPT SPF SMP Negeri 50 Makassar mengadakan kegiatan Gelar Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) pada hari Jumat, 31 Mei 2024. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk melakukan aksi nyata dalam menjawab isu-isu sesuai dengan tahapan belajar dan kebutuhannya.
Acara dibuka oleh kepala UPT SPF SMPN 50 Makassar Abdul Azis Hasan, S. Pd, MM. Hadir pula pada acara tersebut pengawas guru, staf dan peserta didik
Kepala UPT SPF SMPN 50 Makassar, Abdul Azis Hasan, S. Pd, MM, dalam.sambutannya, ia mengatakan bahwa kegiatan P5 ini bertema “Kewirausahaan dan Kearifan Lokal Membangun Kreativitas dengan Karya”
“Kegiatan P5 ini terlaksana berkat adanya kerjasama dengan Komite dan Stakeholder yang ada di UPT SPF SMP Negeri 50 Makassar,” katanya.
Ia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh Perangkat Sekolah dan Komite yang telah bekerja keras demi mensukseskan kegiatan ini.
“Untuk diketahui, bahwa kegiatan P5 ini diharapkan bukan hanya menjadi ajang untuk menunjukkan kreativitas, tetapi juga untuk mengaplikasikan kepada peserta didik arti Pancasila,” tambahnya Abdul Azis Hasan.
“Selain belajar dari buku, para peserta didik juga bisa mempraktekan langsung di lapangan apa makna luhur Pancasila melalui kegiatan P5 yang digelar sekarang,” ujarnya.
Ia berharap “seluruh peserta didik di Kota Makassar dapat mengembangkan diri dan memahami Profil Pelajar Pancasila,” imbuh Kepala UPT SPF SMPN 50 Makassar, Abdul Azis Hasan, S. Pd, MM.
Kegiatan P5 UPT SPF SMP Negeri 50 Makassar, ini merupakan salah satu contoh upaya untuk mewujudkan Profil Pelajar Pancasila. Diharapkan melalui kegiatan ini, para peserta didik dapat menjadi generasi yang beriman, berakhlak mulia, bergotong royong, berkebinekaan global, bernalar kritis, aktif dan kreatif.
“Tahapan yang dilalui oleh peserta didik dalam melaknakan kegiatan P5 tema “Kewirausahaan dan Kearifan Lokal Membangun Kreativitas dengan Karya”, siswa diajak untuk mengetahui lebih dalam pengetahuan tentang kewirausahaan, pelaku usaha sukses, menumbuhkan kreatifitas dan kerja tim. Tahap Kontekstualisasi mempunyai tujuan agar siswa mengalami langsung dan belajar dari proses kewirausahaan dari pelaku usaha di sekitar tempat tinggal mereka,” paparnya.
Selain itu, siswa mulai melakukan dan mempraktikkan ilmu yang telah mereka pelajari dengan membuat aneka olahan dari bahan lokal . Produk yang beragam dan tradisional daerah kami menjadikan pengalaman pelajar yang tidak akan terlupakan oleh mereka.
Melalui kegiatan P5, siswa-siswi dilatih untuk lebih kreatif, berpikir kritis, mandiri, tangguh dan inovatif. Sehingga melahirkan generasi muda yang memiliki kompetensi global namun tetap memegang teguh nilai-nilai ketimuran sesuai dengan Pancasila.















