BN Online, Makassar – UPT SPF SD Negeri Melayu Muhammadiyah Makassar menggelar kegiatan Deep Learning pada Senin, 7 Juli 2025. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas pembelajaran sekaligus penguatan karakter peserta didik, khususnya dalam kepedulian terhadap lingkungan.
Kegiatan Deep Learning tersebut diikuti oleh tiga sekolah, yakni SDN Melayu Muhammadiyah, SDN Butung 2, dan SDN Inpres Bertingkat Butung. Para guru dan peserta didik dari ketiga sekolah tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan yang telah disiapkan oleh panitia.
Kepala UPT SPF SD Negeri Melayu Muhammadiyah Makassar, Hj. Zul Arsih Abduh, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi dunia pendidikan dan lingkungan sekitar. “Semoga kegiatan ini dapat mendukung dalam mewujudkan Kota Makassar bebas sampah tahun 2029,” ujarnya.
Lebih lanjut, Hj. Zul Arsih Abduh menjelaskan bahwa konsep Deep Learning tidak hanya menekankan pada pemahaman materi pembelajaran secara mendalam, tetapi juga pada pembentukan karakter peserta didik agar lebih peduli, bertanggung jawab, dan mampu berkontribusi nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi wadah kolaborasi antar sekolah untuk saling berbagi praktik baik dalam pembelajaran serta menumbuhkan kesadaran bersama akan pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan sejak usia dini.
Diketahui, kegiatan Deep Learning yang dilaksanakan mencakup diskusi interaktif, praktik pembelajaran kontekstual, serta edukasi pengelolaan sampah yang ramah lingkungan. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan tertib dan penuh semangat kebersamaan.
Harapan ke depan, kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan melibatkan lebih banyak sekolah, sehingga dapat memberikan kontribusi nyata dalam mendukung program pemerintah Kota Makassar, khususnya dalam mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan bebas sampah.















