BN Online, Makassar – UPT SPF SMPN 48 Makassar hari ini, Rabu (6/8/2025), resmi memulai pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan penuh antusias. Seluruh peserta didik di sekolah tersebut menerima manfaat dari program yang digagas pemerintah pada masa kepemimpinan Prabowo-Gibran ini.
Program MBG bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak dini, menurunkan angka stunting, serta menggerakkan perekonomian masyarakat melalui penyediaan makan siang gratis.
Kepala UPT SPF SMPN 48 Makassar, Rakhmaniar Basri, menyampaikan bahwa pelaksanaan program ini mendapat sambutan hangat dari para siswa, guru, maupun orang tua. “Kami sangat bersyukur SMPN 48 Makassar menjadi bagian dari program nasional ini. Anak-anak tampak bersemangat karena selain mendapatkan makanan bergizi, mereka juga belajar pentingnya menjaga pola hidup sehat,” ujarnya.

Lebih lanjut, Rakhmaniar menekankan bahwa program MBG bukan hanya tentang memberi makan, melainkan juga mendidik generasi muda agar lebih peduli pada gizi dan kesehatan. “Ini adalah langkah nyata dalam membentuk karakter serta meningkatkan daya konsentrasi belajar siswa,” tambahnya.
Selain itu, keterlibatan masyarakat sekitar juga sangat terasa. Sejumlah pelaku UMKM lokal ikut serta dalam penyediaan bahan makanan sehingga roda perekonomian pun ikut bergerak.
Oleh karena itu, pihak sekolah berkomitmen untuk menjaga kualitas pelaksanaan MBG agar manfaatnya benar-benar dirasakan semua pihak. “Kami akan terus melakukan evaluasi dan koordinasi dengan pemerintah maupun orang tua siswa,” kata Rakhmaniar.

Harapan besar pun disampaikan. Ia berharap program ini dapat berkelanjutan, merata, dan semakin baik dalam pelaksanaannya, sehingga kualitas pendidikan dan kesehatan generasi muda terus meningkat.
Diketahui, Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu program unggulan pemerintah yang saat ini dijalankan secara bertahap di berbagai sekolah di Indonesia.
Sambungnya, keberhasilan program ini sangat ditentukan oleh kerja sama antara pemerintah, sekolah, dan masyarakat. “Jika semua pihak bergandengan tangan, saya yakin tujuan besar program MBG dapat tercapai,” tutup Rakhmaniar.










