BN Online, Makassar–Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui mitra kerjanya, Provisi Mandiri Pratama, melakukan kunjungan ke UPT SPF SDI Cambaya III, Selasa (14/4/2026). Kunjungan ini dalam rangka meninjau langsung implementasi program ‘Perpustakaan Ramah Anak’ yang mulai digencarkan secara nasional.
Siti Badariah, perwakilan dari Provisi Mandiri Pratama selaku mitra kementerian, mengungkapkan bahwa cakupan program ini di Kota Makassar masih tergolong kecil. Dari lebih 400 sekolah dasar yang ada di kota tersebut, baru 67 sekolah yang masuk dalam kategori perpustakaan ramah anak.
“Kalau di Kota Makassar, baru 67 sekolah dari 400-an sekolah dasar. Ini pun masih akan kami lihat lagi secara nasional. Untuk menentukan kategorinya, pertama, sekolah tersebut sudah mendapatkan bantuan buku bermutu dari Kemendikdasmen sebanyak 600 eksemplar. Kedua, sekolah harus menyediakan ruangan khusus yang bisa disiapkan sebagai perpustakaan,” jelas Siti Badariah di sela-sela peninjauan.
Lebih jauh, ia menjelaskan bahwa program ini tidak sekadar menata ruang, tetapi mengubah paradigma perpustakaan konvensional menjadi tempat yang hangat, inklusif, dan menyenangkan bagi anak-anak. “Tadinya kan perpustakaan sekolah kita tahu hanya kumpulan rak buku. Kini, harus ramah anak: warna cerah, pencahayaan cukup, akses mudah, serta koleksi yang menarik dan aman,” tambahnya.
Harapannya, ke depan seluruh sekolah dasar di Indonesia dapat menerapkan standar ini. Pihak kementerian menargetkan adanya percepatan transformasi perpustakaan sekolah menjadi pusat literasi yang adaptif terhadap kebutuhan anak usia dini.
Sementara itu, Abdurrahman, S.Pd., M.Pd., selaku Kepala UPT SPF SDI Cambaya III, menyampaikan komitmennya untuk terus mengembangkan perpustakaan ramah anak di sekolahnya.
“Kami berkomitmen menghadirkan perpustakaan yang adaptif terhadap zaman, namun tetap hangat bagi para pembacanya. Harapan kami ke depan, perpustakaan tidak hanya menyimpan buku, tapi menumbuhkan ide, kolaborasi, dan keberanian bermimpi,” ujar Abdurrahman.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa SDI Cambaya III telah mulai menata ulang ruang perpustakaan dengan sudut baca tematik, karpet empuk, serta rak buku setinggi anak. Selain itu, sekolah juga mengadakan jadwal kunjungan rutin dan program dongeng interaktif setiap pekan.
Diketahui, program perpustakaan ramah anak ini merupakan salah satu prioritas Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dalam mendorong peningkatan literasi sejak dini. Sambungnya, evaluasi berkala akan dilakukan terhadap sekolah-sekolah yang telah ditunjuk sebagai percontohan.
Harapan besar disematkan pada kolaborasi antara kementerian, mitra pembangunan, sekolah, dan orang tua. Dengan sinergi yang baik, perpustakaan ramah anak bisa menjadi gerbang masa depan cerah bagi generasi penerus bangsa.















