BN Online, Makassar — Sebuah momen bersejarah terjadi di Kecamatan Tallo, Makassar, ketika delegasi mahasiswa kedokteran dari Kanazawa University, Jepang, disambut hangat oleh Ketua TP PKK Kecamatan Tallo, Ny. Dian Friani Husni, pada Senin (27/4/2026). Kunjungan ini bukan sekadar silaturahmi lintas negara, melainkan misi belajar langsung tentang denyut nadi pelayanan kesehatan masyarakat di Sulawesi Selatan.
Para calon dokter dari Negeri Sakura itu tampak antusias memotret berbagai inovasi kesehatan lokal. Mereka didampingi jajaran strategis, mulai dari Pengurus PKK Kecamatan, Ketua Tim Penggerak PKK Kelurahan Kaluku Bodoa Ny. Zaifuniza Djalaluddin, Kepala Puskesmas Kaluku Bodoa dr. Rudy Lautan, hingga Lurah Pannampu Imam Hanafi, S.Stp.
Tak sekadar duduk manis, rombongan diajak menyelami langsung suasana pelayanan di Puskesmas Kaluku Bodoa dan merasakan kehangatan para kader Posyandu Kelurahan Pannampu. Dari sistem pendataan pasien hingga peran aktif kader dalam menekan angka stunting, semuanya menjadi sorotan.
Ketua TP PKK Kecamatan Tallo, Ny. Dian Friani Husni, mengatakan, “Kami sangat bangga sistem kesehatan berbasis masyarakat di Tallo bisa menjadi bahan studi nyata bagi mahasiswa kedokteran dari universitas ternama di Jepang. Ini bukti bahwa kerja keras para kader dan tenaga kesehatan kita diakui dunia.”
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa kunjungan ini diharapkan membuka peluang kolaborasi riset antara Puskesmas Kaluku Bodoa dan Kanazawa University di masa depan.
Selain itu, dr. Rudy Lautan menambahkan bahwa pihaknya memperkenalkan program unggulan seperti layanan kesehatan keliling dan digitalisasi rekam medis sederhana yang dinilai efektif menjangkau masyarakat pesisir.
Diketahui, mahasiswa Jepang itu secara khusus terkesan dengan sistem posyandu yang menurut mereka sangat humanis dan terintegrasi dengan budaya gotong royong lokal.
Sambungnya, “Interaksi langsung dengan ibu-ibu kader yang penuh semangat menjadi pengalaman yang tidak akan terlupakan. Mereka belajar bahwa pelayanan kesehatan bukan hanya soal teknologi, tapi hati.”cetusnya.
Harapan besar pun disematkan. Ny. Dian Friani Husni berharap kegiatan serupa bisa berkelanjutan dan menjadi etalase bagi kecamatan lain di Makassar bahwa inovasi sederhana berbasis komunitas mampu menarik perhatian dunia internasional.















