Siswa SDN Kakatua Makassar Gencar Edukasi Stop Boros Pangan bersama Dinas Ketahanan Pangan

BN Online, Makassar—Sebuah gerakan keren dan menginspirasi datang dari generasi muda Kota Makassar. Para siswa UPT SPF SDN Kakatua Makassar dengan antusias menggelar kegiatan Sosialisasi Stop Boros Pangan bekerja sama dengan Dinas Ketahanan Pangan Kota Makassar, pada Selasa (5/5/26). Kegiatan yang berlangsung di halaman sekolah ini berhasil mengubah cara pandang ratusan siswa tentang pentingnya menghargai setiap butir nasi yang ada di piring mereka.

Diikuti oleh seluruh siswa dari berbagai tingkatan kelas, para dewan guru, serta perwakilan dari Dinas Ketahanan Pangan yang bertindak sebagai narasumber utama. Suasana tampak meriah sekaligus khidmat ketika para siswa diajak untuk melihat langsung fakta mencengangkan mengenai jumlah sampah makanan yang terbuang sia-sia setiap harinya di Indonesia.

Kepala UPT SPF SDN Kakatua Makassar, Nur Azizah, S.Pd., M.Pd., mengatakan bahwa kegiatan ini adalah langkah strategis untuk menanamkan karakter peduli lingkungan dan gaya hidup hemat sejak dini. “Anak-anak adalah agen perubahan yang paling efektif. Jika mereka sudah paham betapa besarnya dampak buruk dari membuang-buang makanan, maka kebiasaan baik ini akan mereka bawa hingga dewasa dan turut mengedukasi keluarga di rumah,” ujarnya dengan penuh semangat di sela-sela pendampingan siswa.

Lebih lanjut, tim dari Dinas Ketahanan Pangan memaparkan berbagai materi interaktif, mulai dari data limbah pangan nasional, tips praktis mengambil makanan secukupnya di kantin, hingga cara mengolah sisa makanan (food waste) menjadi kompos atau produk bernilai guna lainnya. Tak hanya mendengarkan, para siswa juga diajak dalam sesi simulasi dan kuis berhadiah yang membuat suasana belajar terasa menyenangkan. Mereka pun berkomitmen untuk menjadi “Duta Anti Boros” di lingkungan sekolah masing-masing.

Diketahui, sosialisasi ini merupakan bagian dari program unggulan Pemerintah Kota Makassar dalam menekan angka pemborosan pangan di sektor pendidikan sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional. SDN Kakatua dipilih menjadi salah satu lokasi percontohan karena dinilai memiliki komitmen tinggi terhadap pendidikan karakter berbasis lingkungan dan kebiasaan positif sehari-hari.

Sambungnya, Nur Azizah menambahkan bahwa pihak sekolah tidak akan berhenti sampai di satu kegiatan ini. Pihaknya berencana menindaklanjuti dengan membuat “Pojok Sadar Pangan” di setiap ruang kelas serta mengadakan program lomba “Piring Habis” bagi siswa yang paling konsisten menghabiskan makanannya tanpa menyisakan satu butir nasi pun. “Kami akan pantau bersama guru piket dan petugas kantin. Reward menarik sudah kami siapkan untuk kelas dengan predikat paling minim sampah makanan,” jelasnya penuh optimis.

Harapan besar dari seluruh jajaran sekolah, guru, dan Dinas Ketahanan Pangan, melalui edukasi menyenangkan ini, para siswa SDN Kakatua Makassar tidak hanya tumbuh menjadi pelajar cerdas secara akademik, tetapi juga generasi bijak yang memiliki kepedulian tinggi terhadap pangan. Diharapkan semangat ini menyebar luas, menginspirasi keluarga dan masyarakat sekitar untuk bersama-sama menghentikan kebiasaan boros pangan demi masa depan Indonesia yang lebih sehat, mandiri, dan berkelanjutan.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *