Prabowo Subianto: Ketahanan Energi Jadi Kunci Masa Depan ASEAN di Tengah Tantangan Global

BN Onlibe, Jakarta-– Presiden Prabowo Subianto kembali menunjukkan kepemimpinan strategis Indonesia di tengah dinamika global dan tantangan energi dunia yang semakin kompleks. Dalam KTT Khusus BIMP-EAGA (Brunei Darussalam-Indonesia-Malaysia-Philippines East ASEAN Growth Area) yang digelar di Cebu, Filipina, pada (9/5/2026), beliau menegaskan urgensi penguatan ketahanan energi kawasan. Pernyataan tegas ini diunggah langsung melalui akun resmi media sosial Presiden, sontak menjadi sorotan publik dan pelaku industri energi regional.

Presiden Prabowo Subianto mengatakan bahwa ASEAN saat ini berada di persimpangan jalan. “Kita tidak bisa lagi bekerja sendiri-sendiri. Kolaborasi energi yang kuat adalah kunci untuk menjaga stabilitas kawasan sekaligus memastikan kebutuhan energi masyarakat tetap aman, terjangkau, dan berkelanjutan. Ketahanan energi adalah fondasi kemandirian bangsa-bangsa di Asia Tenggara.”ujarnya.

Lebih lanjut, Kepala Negara menekankan bahwa pengembangan energi terbarukan menjadi prioritas mutlak. Indonesia, sebagai salah satu motor utama kawasan, telah memulai langkah besar dengan target percepatan energi surya sebesar 100 Gigawatt (GW). “Ini bukan sekadar angka. Ini adalah lompatan peradaban menuju masa depan yang lebih hijau dan berdaulat,” tegasnya.

Selain itu, Prabowo juga mendorong penguatan jaringan listrik regional (ASEAN Power Grid) agar konektivitas energi antarnegara semakin matang. Menurutnya, sinergi lintas batas seperti inilah yang akan membuat kawasan ini tidak goyah saat krisis energi global melanda.

Diketahui, BIMP-EAGA merupakan forum kerja sama yang fokus pada percepatan pembangunan di wilayah terpencil, terdepan, dan tertinggal. Melalui kesempatan ini, Presiden Prabowo mengajak seluruh negara anggota untuk tidak hanya menjadi penonton, tetapi pemain utama dalam transisi energi dunia.

Sambungnya, “Kerja sama yang semakin erat hari ini adalah investasi untuk generasi mendatang. Indonesia terus mendorong ASEAN menjadi kawasan yang tangguh, mandiri energi, dan siap menghadapi tantangan global ke depan. Tidak ada kata mundur untuk kemandirian energi.”

Harapan dari Presiden Prabowo, momentum KTT Cebu ini menjadi titik balik nyata. Bukan sekadar deklarasi, melainkan aksi kolektif yang terukur. “Saya optimis, dengan gotong royong, kawasan kita bisa menjadi lumbung energi bersih dunia. Mari kita wujudkan ASEAN yang terang, hijau, dan kuat!” imbuhnya.

Unggahan akun resmi Presiden tersebut langsung dibanjiri ribuan komentar dukungan, terutama dari generasi muda yang antusias menyambut visi energi surya 100 GW sebagai “proyek keren abad ini”.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *