BN Online, Makassar – Kabar membanggakan datang dari UPT SPF SDN Layang IV/72 Makassar. Tim sekolah berhasil menorehkan prestasi gemilang dalam ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat Kecamatan Bontoala, Selasa (12/5/2026).
SDN Layang IV/72 Makassar ini berhasil membawa pulang dua gelar juara sekaligus, ditambah satu peringkat ketiga.
Tim kontingen SDN Layang IV/72 sukses meraih Juara 1 Tunggal Bulutangkis Putra, Juara 1 Voli Putra, serta Juara 3 untuk cabang olahraga Kids Atletik. Capaian ini menjadi bukti nyata pembinaan olahraga yang konsisten di sekolah tersebut.
Kepala SDN Layang IV/72, Muhammad Agus, S.Pd., M.Pd., yang hadir langsung mendampingi para siswa, mengungkapkan rasa syukur dan bangganya.
“Alhamdulillah, di hari pertama perlombaan, siswa kami berhasil meraih juara 1 pada cabang Voli Putri. Kemudian, di hari kedua, mereka kembali menambah koleksi dengan dua juara lainnya. Ini adalah hasil dari kerja keras, doa, dan dukungan orang tua serta guru,”* ujar Muhammad Agus.
Lebih jauh, kepala sekolah menjelaskan bahwa pihaknya memberikan perhatian khusus pada strategi dan mental bertanding para atlet cilik. “Kami tidak hanya fokus pada fisik, tetapi juga membangun rasa percaya diri dan sportivitas sejak dini,” tambahnya.
Perlu diketahui, setiap cabang olahraga memiliki ketentuan usia tersendiri. Untuk cabang Kids Atletik, peserta wajib berasal dari kelas 3, 4, dan 5. Sementara itu, siswa kelas 6 tidak diperbolehkan mengikuti karena adanya batasan usia yang telah ditentukan.
Demikian pula dengan cabang Bulutangkis, usia maksimal peserta adalah setara dengan siswa kelas 5. Sementara untuk Voli Putra, tim dibentuk dari kombinasi siswa kelas 4, 5, dan 6.
Muhammad Agus juga menjelaskan bahwa seleksi dan latihan telah dimatangkan jauh-jauh hari. “Kami memetakan potensi siswa berdasarkan usia dan kemampuan. Inilah mengapa meski tidak bisa menurunkan siswa kelas 6 di Kids Atletik, kami tetap optimalkan di cabang lain,” paparnya.
Selain itu, kepala sekolah menyebut bahwa prestasi ini menjadi modal penting jelang O2SN tingkat kota. “Para juara kecamatan akan kami latih lebih intensif. Target kami bukan hanya berbicara di tingkat kota, tetapi juga bisa melaju ke provinsi,” tegasnya.
Tambahnya, capaian ini diharapkan bisa memotivasi seluruh warga sekolah untuk terus berprestasi, tidak hanya di bidang akademik tetapi juga non-akademik.
“Harapan kami, prestasi ini menjadi penyemangat bagi adik-adik kelas lainnya. Kami ingin menciptakan ekosistem sekolah yang sehat, kompetitif, dan berkarakter. Terima kasih kepada semua guru, pelatih, dan orang tua yang telah mendukung penuh,” tutup Muhammad Agus dengan senyum bangga.















