Kepsek Tak Ada di SMPN 16 Makassar, Ruang Kerja Malah Mirip Gudang Penyimpanan

BN Online, Makassar—Sebuah pemandangan tak biasa ditemui awak media saat berkunjung ke UPT SPF SMP Negeri 16 Makassar, Rabu (13/5/2026). Rombongan wartawan yang berniat menemui Kepala Sekolah, Amiruddin, S.Pd., justru mendapati kursi kepsek kosong. Ruang kerjanya pun dalam kondisi mengenaskan, penuh kardus dan sampah berserakan, layaknya gudang tak terawat.

“Kami kira itu gudang, Pak. Ternyata ruang bapak kepala sekolah sendiri,” ujar salah satu awak media saat berada di lokasi.

Sesampainya di sekolah, wartawan langsung menuju ruang kepala sekolah. Namun, Amiruddin tak berada di tempat. Para guru yang ditanya kompak mengaku tidak tahu persis di mana keberadaan atasannya.

“Yang kami tahu, beliau belum ada di sekolah dari tadi, Pak entah ke mana,” ucap seorang guru yang enggan disebut namanya.

Setelah dihubungi via sambungan telepon, Amiruddin pun angkat bicara. “Saya sedang melayat ke keluarga.,” ujarnya singkat.

Yang menjadi sorotan utama awak media bukan hanya ketidakhadiran sang kepala sekolah. Kondisi ruang kerjalah yang paling mencolok. Meja kursi berdebu, tumpukan dos-dos kardus berserakan di sudut, sampah plastik dan kertas terlihat di lantai. Tak ada satu pun perabot yang tampak rapi.

“Pak, kenapa ruang kerjanya seperti gudang? Apakah tidak pernah dibersihkan?” tanya wartawan kepada Amiruddin melalui sambungan WhatsApp.

Dengan singkat, Amiruddin membalas, “Iya. Perpustakaan lagi mau diperbaiki atapnya karena bocor.”imbuh dia.

Jawaban itu pun mengundang tanda tanya. Sebab, kondisi ruang pribadi yang kotor seolah tak nyambung dengan alasan perbaikan atap perpustakaan.

Lebih Jauh, Berdasarkan penelusuran lebih lanjut, kondisi ruang kepala sekolah yang kumuh ini menjadi cermin kecil dari sejumlah fasilitas lain yang tak kalah memprihatinkan. Beberapa ruang kelas juga terlihat cat mengelupas, sementara kursi siswa banyak yang rusak.

Selain itu, para guru secara tertutup mengakui bahwa selama beberapa bulan terakhir, tak ada jadwal kebersihan rutin untuk ruang kepala sekolah. “Mungkin beliau sibuk, jadi jarang sempat membersihkan atau memerintahkan petugas kebersihan,” ujar sumber lain.

Kunjungan awak media ini setidaknya membuka mata publik. Wali murid dan komite sekolah berharap insiden ini menjadi momentum bagi Kepala UPT SPF SMPN 16 Makassar untuk membenahi diri, mulai dari kebersihan ruang pribadi hingga perhatian pada sarana belajar siswa.

“Jangan sampai pemimpin teladan justru memberi contoh buruk. Ruang kerja yang rapi mencerminkan tata kelola yang baik,” ujar perwakilan komite.

Sementara itu, Dinas Pendidikan kota Makassar diharapkan segera turun tangan melakukan inspeksi mendadak. Karena bukan hanya atap perpustakaan yang bocor, tapi juga citra sekolah yang mulai “bocor” di mata publik.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *