BN Online, Makassar–UPT SPF SMPN 12 Makassar menggelar kegiatan sosialisasi “B2SA Goes to School” yang berlangsung di Aula sekolah, Senin (18/5/2026). Acara ini merupakan hasil kolaborasi dengan Dinas Ketahanan Pangan Kota Makassar untuk meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap pola konsumsi Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA) sebagai bagian dari program diversifikasi dan ketahanan pangan kota.
Kegiatan yang diikuti oleh perwakilan siswa, guru, dan Kepala UPT SPF SMPN 12 Makassar, La Ode Imam Sutrisno, dibuka secara resmi oleh Kepala Bidang Penganekaragaman Makanan dan Konsumsi Pangan Kota Makassar, Bapak Faisal, S.Pt., M.Si. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa pengenalan pola B2SA sejak usia remaja sangat strategis untuk membangun kebiasaan hidup sehat.
Tiga narasumber ahli turut hadir memaparkan materi secara inspiratif. Prof. Dr. Veni Hadju, M.Sc., Ph.D, Guru Besar Ilmu Gizi Universitas Hasanuddin, membawakan topik Implementasi MBG di Indonesia. Kemudian, Dr. A. Arieka Novianti, S.Km., M.Kes dari Dinas Kesehatan mengupas tuntas tentang B2SA, sementara Ir. Muliadi Saleh, MP selaku Kepala Lembaga Parsial memberikan wawasan mengenai keamanan pangan.
Kepala UPT SPF SMPN 12 Makassar, La Ode Imam Sutrisno, mengatakan bahwa pihaknya sangat mendukung kegiatan yang membekali siswa dengan pengetahuan gizi praktis. Lebih lanjut ia menjelaskan, “Siswa sering kali lebih memilih jajanan instan dibanding makanan lokal bergizi. Lewat B2SA Goes to School, kami ingin mengubah kebiasaan itu mulai dari kantin sekolah hingga rumah.”cetusnya.
Untuk itu, sekolah berkomitmen mengintegrasikan pesan-pesan B2SA ke dalam program UKS dan kantin sehat. Diketahui, pola konsumsi B2SA tidak hanya mencegah stunting dan obesitas, tetapi juga mendorong pemanfaatan pangan lokal khas Makassar seperti sayur, ikan, dan buah-buahan.
Tambahnya, antusiasme siswa sangat tinggi, terlihat dari sesi tanya jawab yang interaktif. Mereka bahkan diajak menyusun menu sarapan sehat dengan bahan pangan yang mudah ditemukan di sekitar.
Harapannya, kegiatan ini dapat mencetak generasi emas yang sadar pangan, tangguh, dan berperan aktif dalam mewujudkan ketahanan pangan keluarga serta masyarakat Kota Makassar.















