Gempur Sampah Plastik, Siswa SDN Melayu Muhammadiyah Makassar Belajar Peduli Lingkungan di Tanjung Bayang

BN Online, Makassar –Puluhan siswa kelas 5 UPT SPF SD Negeri Melayu Muhammadiyah Makassar tampak antusias memunguti dan memilah sampah di sepanjang kawasan Pantai Tanjung Bayang, Kamis (21/5/2026). Kegiatan ini merupakan rangkaian outing class bertajuk “Gerakan Peduli Lingkungan” yang menggabungkan edukasi dan aksi nyata menjaga kebersihan pesisir.

Didampingi langsung oleh guru kelas 5 serta Kepala Sekolah, para siswa dibagi dalam beberapa kelompok. Dengan sarung tangan dan kantong plastik berbeda warna, mereka memilah sampah organik, anorganik, dan residu. Tak hanya membersihkan pantai, anak-anak juga diajak memahami dampak jangka panjang sampah plastik terhadap ekosistem laut.

Kepala UPT SPF SD Negeri Melayu Muhammadiyah Makassar, Hj. Zul Arsih Abduh, mengatakan bahwa kegiatan ini sengaja dikemas di luar kelas agar pembelajaran lebih membumi dan berkesan.

“Anak-anak tidak hanya mendengar teori tentang lingkungan, tetapi langsung mempraktikkan cara memilah sampah yang benar. Pantai Tanjung Bayang kami pilih karena representatif untuk menunjukkan bagaimana sampah dari daratan bisa mencemari laut,” ujarnya di sela-sela pendampingan.

Lebih lanjut, Hj. Zul Arsih menjelaskan bahwa program ini juga selaras dengan implementasi Profil Pelajar Pancasila, khususnya dimensi gotong royong dan bernalar kritis.
“Kami ingin menanamkan rasa tanggung jawab sejak dini. Jika anak-anak sudah terbiasa memilah sampah dan menjaga kebersihan, kebiasaan baik ini akan mereka bawa hingga dewasa,” tambahnya.

Selain itu, kegiatan ini menjadi ajang kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan komunitas sekitar. Beberapa orang tua siswa turut serta sebagai relawan pendamping, sementara pengelola pantai menyediakan fasilitas tempat sampah terpusat untuk hasil pemilahan. Dalam dua jam aksi, terkumpul lebih dari 15 kilogram sampah, didominasi plastik kemasan dan puntung rokok.

Diketahui, Pantai Tanjung Bayang merupakan salah satu destinasi wisata favorit di Makassar yang kerap menghadapi masalah sampah, terutama saat musim liburan. Dengan menggelar outing class di lokasi ini, SD Negeri Melayu Muhammadiyah berharap bisa menjadi contoh bagi sekolah lain untuk mengintegrasikan pendidikan lingkungan ke dalam kegiatan di luar sekolah.

Harapan ke depan, menurut Hj. Zul Arsih, program serupa bisa dilaksanakan secara rutin setiap semester dengan lokasi yang berbeda, seperti sungai atau pasar tradisional.
“Kami juga berencana membentuk duta lingkungan sekolah yang akan memantau kebersihan kelas dan halaman setiap hari. Gerakan kecil yang konsisten akan melahirkan generasi yang benar-benar peduli pada bumi,” pungkasnya.

Kegiatan ditutup dengan refleksi singkat dan penyerahan cinderamata berupa buku ramah lingkungan kepada siswa yang paling aktif memilah sampah. Tawa dan wajah gembira para siswa mewarnai akhir aksi bersih-bersih, sekaligus menjadi bukti bahwa belajar menjaga alam bisa dilakukan dengan cara yang menyenangkan.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *