BN Online, Makassar--‘Keluarga besar LSM GMBI Wilter Sulawesi Selatan menggelar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dalam suasana penuh khidmat dan kekeluargaan. Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat nilai keagamaan, persaudaraan, serta soliditas kader dalam menjalankan perjuangan organisasi.
Maulid kali ini mengangkat tema “Meneladani Akhlak dan Kepemimpinan Nabi Muhammad SAW dalam Membangun GMBI yang Bersatu, Berintegritas dan Bermanfaat bagi Masyarakat”. Risalah Maulid disampaikan oleh Kordiv Keagamaan LSM GMBI Wilter Sulsel, Ustaz Anwar Puang Pasang.
Dalam ceramahnya, Ustaz Anwar mengingatkan bahwa keteladanan Rasulullah SAW tidak hanya relevan dalam kehidupan pribadi dan keagamaan, tetapi juga dapat menjadi pedoman dalam menjalankan kepemimpinan dan kehidupan berorganisasi.
Menurutnya, seorang pemimpin harus mampu menjadi teladan, menjaga amanah, mengedepankan musyawarah, serta membangun persatuan. Perbedaan pandangan dalam organisasi, kata dia, hendaknya tidak menjadi alasan untuk memutuskan tali persaudaraan.
“Kepemimpinan bukan sekadar jabatan, tetapi amanah. Pemimpin harus memberikan contoh, menjaga persatuan, dan memastikan keberadaan organisasi benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” pesan Ustaz Anwar dalam risalahnya.
Sementara itu, Ketua Wilter Sulsel LSM GMBI, Muh. Haenumar Krg Muang, dalam wejangan pengantar sekaligus pembuka kegiatan mengajak seluruh jajaran GMBI menjadikan Maulid Nabi sebagai momentum memperkuat kembali kebersamaan dan semangat pengabdian.
Ia menekankan bahwa organisasi akan kuat apabila seluruh unsur di dalamnya mampu menjaga komunikasi, menghormati perbedaan, dan mengutamakan kepentingan organisasi serta masyarakat.
Adapun Abdul Azis hadir memberikan arahan, terutama dalam mendorong agar kegiatan keagamaan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi bagian dari pembinaan karakter dan penguatan nilai-nilai organisasi.
Kegiatan tersebut turut mendapat dukungan dari berbagai unsur kader dan distrik GMBI. Pelaksanaan kegiatan dikoordinasikan oleh Kordiv Seni Budaya, Hastina, bersama Kordiv IT, Syamsunar Alam, S.H. , serta unsur-unsur kader yang terlibat dalam kepanitiaan.
Dukungan dan inisiatif juga datang dari distrik-distrik yang ada, khususnya Distrik Makassar yang diprakarsai Ir. Walinono Haddade, bersama jajaran dan seluruh unsur kader GMBI yang turut mengambil bagian dalam menyukseskan kegiatan Maulid tersebut.
Momentum Maulid ini sekaligus menjadi ruang silaturahmi bagi keluarga besar GMBI Wilter Sulsel untuk mempererat ukhuwah dan membangun kembali semangat kebersamaan.
Nilai yang ditekankan sederhana namun mendasar: pemimpin harus amanah, kader harus berintegritas, organisasi harus solid, dan perjuangan harus tetap berpijak pada akhlak serta kemaslahatan masyarakat.
Dengan semangat keteladanan Rasulullah SAW, keluarga besar GMBI diharapkan semakin dewasa dalam berorganisasi, semakin kuat dalam persatuan, serta semakin nyata memberikan manfaat di tengah masyarakat.
“Berubah atau Terlibas” bukan sekadar semboyan, tetapi menjadi dorongan untuk terus melakukan pembenahan, memperkuat kaderisasi, dan menjaga marwah organisasi dalam setiap langkah perjuangan.
Lebih lanjut, Ustaz Anwar juga menekankan pentingnya meneladani sifat-sifat Rasulullah SAW, seperti sidiq (jujur), amanah (dapat dipercaya), tabligh (menyampaikan), dan fathanah (cerdas), sebagai fondasi dalam membangun organisasi yang kredibel dan dipercaya masyarakat.
Selain itu, ia mengajak seluruh kader GMBI untuk menjadikan peringatan Maulid sebagai sarana introspeksi diri, memperbaiki akhlak, serta meningkatkan kualitas pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara.
Meski demikian, perjalanan organisasi tentu tidak lepas dari berbagai tantangan dan dinamika. Namun, dengan semangat kebersamaan dan keteladanan Nabi Muhammad SAW, seluruh tantangan tersebut diyakini dapat dihadapi dengan bijak dan penuh hikmah.
Diketahui, kegiatan ini juga dihadiri oleh sejumlah tokoh, pengurus, serta kader GMBI dari berbagai distrik di Sulawesi Selatan yang menunjukkan antusiasme tinggi terhadap kegiatan keagamaan organisasi.
Sambungnya, Ketua Wilter Sulsel menegaskan bahwa ke depan kegiatan serupa akan terus dilakukan secara berkesinambungan sebagai bagian dari pembinaan rohani dan karakter kader.
Harapan besar pun disampaikan agar semangat Maulid Nabi tidak hanya berhenti pada momentum seremonial semata, melainkan mampu menjadi energi positif yang menggerakkan seluruh kader GMBI untuk terus berbenah, bersatu, dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat luas.*















