Kepala SDI Baraya 2 Makassar Hadiri Rakor Asesmen Kepala Sekolah dan MoU Bank Sampah

BN Online, Makassar —Kepala UPTD SPF SDI Baraya 2 Makassar, Dappy Leppong, S.Pd., turut menghadiri kegiatan Rapat Koordinasi (Rakor) dan Asesmen Kepala Sekolah SD dan SMP serta Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) Bank Sampah Kota Makassar.

Kegiatan tersebut berlangsung di Hotel Claro, Jalan A.P. Pettarani No. 03, Kelurahan Mannuruki, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (21/09/2026).

Dappy mengatakan, kegiatan tersebut telah dimulai sejak pagi dan dijadwalkan berlangsung selama kurang lebih dua hari, yakni Senin hingga Selasa, 21–22 September 2026.

Menurutnya, Rakor asesmen kepala sekolah sekaligus penandatanganan MoU Bank Sampah menjadi bagian dari langkah strategis Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Pendidikan dalam mendorong terwujudnya sekolah yang berwawasan lingkungan atau eco-friendly.

“Rakor asesmen kepala sekolah dan penandatanganan MoU Bank Sampah merupakan bagian dari langkah strategis Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Pendidikan dalam mewujudkan sekolah berwawasan lingkungan (eco-friendly) serta mendukung target Makassar bebas sampah,” ujar Dappy.

Ia menambahkan, keikutsertaan dalam kegiatan tersebut sangat penting sebagai upaya memperkuat kesadaran dan partisipasi seluruh pihak dalam mendukung pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

“Kegiatan ini tentunya sangat penting kami ikuti sebagai upaya memperkuat kesadaran serta partisipasi seluruhnya dalam mendukung program pengelolaan sampah yang berkelanjutan melalui pemilahan sampah dan optimalisasi bank sampah,” tuturnya.

Dappy menjelaskan, melalui Rakor tersebut berbagai langkah strategis dibahas guna meningkatkan efektivitas pelaksanaan program bank sampah di lingkungan kerja Dinas Pendidikan, khususnya di sekolah-sekolah.

Menurutnya, keberadaan bank sampah di lingkungan pendidikan bukan hanya berkaitan dengan persoalan kebersihan, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi peserta didik untuk membangun kebiasaan peduli terhadap lingkungan sejak dini.

“Tentunya melalui Rakor ini, berbagai langkah strategis dibahas guna meningkatkan efektivitas pelaksanaan program bank sampah di lingkungan kerja Dinas Pendidikan, terutama di sekolah, sekaligus mendukung program kebersihan dan pelestarian lingkungan Pemerintah Kota Makassar,” pungkasnya kepada awak media.

Dorong Budaya Peduli Lingkungan di Sekolah
Dappy berharap, hasil Rakor tersebut dapat ditindaklanjuti secara nyata di masing-masing satuan pendidikan. Ia menilai, keberhasilan program pengelolaan sampah membutuhkan keterlibatan bersama antara kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, peserta didik, orang tua, serta seluruh warga sekolah.

Ia juga berharap program bank sampah dapat semakin optimal dan tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata, tetapi mampu menjadi bagian dari budaya sekolah sehari-hari.

“Harapan kami, program ini dapat terus berlanjut dan diterapkan secara konsisten di sekolah. Dengan adanya pemilahan sampah sejak dari sumbernya, optimalisasi bank sampah, serta edukasi kepada peserta didik, kita dapat bersama-sama membangun lingkungan sekolah yang bersih, sehat, nyaman, dan berkelanjutan,” harap Dappy.

Ia menegaskan bahwa sekolah memiliki peran penting dalam menanamkan kesadaran menjaga lingkungan kepada generasi muda. Karena itu, sinergi antara pemerintah, satuan pendidikan, dan masyarakat dinilai menjadi kunci dalam mendukung terwujudnya Makassar yang semakin bersih dan ramah lingkungan.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *