Laksanakam Simulasi PTM Terbatas di UPT SPF SDI. Maccini Sombala Makassar, Kepsek : Alhamdulillah Berjalan Lancar dan Aman

BN Online, Makassar–UPT SPF SD Inpres Maccini Sombala yang berlokasi di Kecamatan. Tamalate Kota Makassar, merupakan salah satu sekolah yang di beri amanah dalam pelaksanaan Simulasi pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas, mulai hari Kamis (11/11/2021).

Sekolah kami memasuki tahap ketiga, dari sejumlah sekolah dasar yang ada di Kota Makassar, dalam pelaksanaan proses pembelajaran tatap muka terbatas.

Saat dikonfirmasi awak media ini, Rabu (17/11/2021), Agustina Kantido, S. Pd selaku kepala sekolah menjelaskan, simulasi PTM Terbatas, tentu menjadi amanah yang harus kami jalankan dengan sebaik baiknya.

“Sebelum mengikuti proses pembelajaran tatap muka para siswa mengikuti prosedur yaitu swab antigen. Di hari Kamis, siswa kelas 5 dan 6, di hari Jumat kelas 3 dan 4 di hari Sabtu kelas 1 dan 2, dua sesi.Tiap kelas dibagi 2 ada 5 rombel, kelas 6, sip pagi dari jam 07.30 s/d 08.30 dan kelas 5 sip siang dari jam 09.00 sd10.00,” paparnya.

Lanjutnya, di hari pertama pelaksanaan simulasi PTM terbatas siswa yang datang atau yang masuk sekolah kami batasi dengan aturan dan mengikuti prosedur penerapan protokol kesehatan secara ketat, sampai hari ke 3 dipastikan semua siswa dan guru disweb, Alhamdulillah berjalan lancar dan aman semua. Dan Sebelum siswa mengikuti proses pembelajaran di kelas, terlebih dahulu mereka cuci tangan dan wajib untuk di tes swab, termasuk kepsek dan juga guru oleh tim kesehatan dari Puskesmas setempat.

“Selain itu dihari ke 4 tanggal 15 Nop dimulai dengan pembelajaran terbatas dengan pengaturan yang sama dr hari pertama.namun karena s/d pembelajaran jadi masing-masing sip itiu waktunya sekitar 2 jam,” ungkapnya.

Agustina berharap, semoga kondisi Covid -19 ini mulai hilang, karna kami lihat perkembangan ini sudah mulai normal kembali, dan kami harapkan pelajar dan tenaga pendidik tetap mematuhi protokol kesehatan, sehingga tidak ada muncul klaster terbaru. Sehingga kita bisa belajar secara normal seperti dulu.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *