Camat Tamalanrea dan Ketua TP PKK Beri Kejutan di Posyandu, Gebrak Hari Posyandu Nasional dengan “Era Baru

BN Online, Makassar – Suasana Posyandu Mawar 5 di Kelurahan Tamalanrea Indah tampak berbeda dari biasanya, Rabu pagi (29/4/2026). Bukan hanya balita dan ibu-ibu yang antusias menunggu pelayanan, tetapi kehadiran dua pemimpin daerah yang datang langsung tanpa protokol berlebihan. Camat Tamalanrea, Andi Patiroi, bersama Ketua TP PKK Kecamatan Tamalanrea, Etty Faradilla Patiroi, melaksanakan kunjungan mendadak sekaligus meriahkan peringatan Hari Posyandu Nasional.

Mengusung tema “Wujudkan Posyandu Era Baru” , kunjungan ini merupakan implementasi nyata dari amanat Permendagri Nomor 13 Tahun 2024 tentang transformasi Posyandu sebagai pusat layanan kesehatan masyarakat yang lebih terpadu dan berkualitas.

Lebih lanjut, dalam kunjungan tersebut Andi Patiroi tak hanya sekadar berdiri di belakang. Ia turun langsung meninjau setiap meja pelayanan, mulai dari proses penimbangan balita yang kini sudah menggunakan alat timbang digital terintegrasi, pemeriksaan kesehatan ibu hamil, hingga sesi edukasi gizi interaktif yang dipandu oleh kader setempat. “Posyandu adalah garda terdepan. Jika ini kuat, maka derajat kesehatan masyarakat kita akan melesat,” tegasnya di sela-sela memanggang balita yang rewel.

Selain itu, Ketua TP PKK Kecamatan Tamalanrea, Etty Faradilla Patiroi, juga menyapa langsung para ibu dan anak-anak. Dengan gaya ramahnya, ia ikut membagikan biskuit bergizi serta vitamin kepada balita. Ia bahkan sempat mempraktikkan cara mencuci tangan yang benar sambil menyanyikan lagu anak-anak.

Diketahui, Posyandu di Kecamatan Tamalanrea saat ini sedang dalam tahap transformasi digital. Beberapa Posyandu percontohan sudah mulai menggunakan aplikasi untuk memantau tumbuh kembang anak secara real-time. Data tersebut langsung terhubung dengan puskesmas kecamatan.

Tak hanya itu, Andi Patiroi juga mengapresiasi kinerja para kader yang selama ini menjadi ujung tombak pelayanan. Ia mengumumkan bahwa Pemkec Tamalanrea akan mengalokasikan dana insentif khusus untuk kader Posyandu yang berprestasi sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi mereka.

Sambungnya, transformasi Posyandu bukan hanya soal teknologi, tetapi juga perubahan pola pikir masyarakat. “Posyandu era baru harus menjadi pusat kegiatan kesehatan, edukasi kehidupan, bahkan kewirausahaan ibu-ibu. Jangan sampai warga hanya datang untuk imunisasi, lalu pergi. Harus ada nilai tambah,” bebernya.

Harapan besar disampaikan di akhir kunjungan. Andi Patiroi berharap seluruh kelurahan di Tamalanrea bisa memiliki setidaknya satu Posyandu “unggulan” yang buka di luar jam tradisional, misalnya sore hari, untuk mengakomodasi ibu yang bekerja. “Mari jadikan momentum Hari Posyandu Nasional ini sebagai lompatan. Bukan sekadar seremonial, tapi aksi nyata menuju Tamalanrea yang sehat dan berdaya saing,” tutupnya.

Antusiasme warga pun membludak. Beberapa ibu mengaku senang karena pemimpinnya datang dengan hati, bukan hanya pidato. Hari itu, Posyandu bukan hanya tempat menimbang badan, tetapi panggung kebersamaan menuju era baru kesehatan yang lebih ceria.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *