Momentum Maulid Nabi Muhammad SAW, di UPT SPF SMPN 50 Makassar Bangun Karakter Pelajar

BN Online, Makassar–Sebagai manifestasi cinta kepada Rasulullah Muhammad SAW, OSIS UPT SPF SMP Negeri 50 Makassar mengadakan acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW bisa dikatakan sebagai ritual tahunan yang telah dilaksanakan turun temurun, generasi ke generasi di hampir seluruh negeri kaum muslimin. Perayaan ini dijadikan lambang oleh kebanyakan manusia  akan kecintaan terhadap Rasulullah Muhammad SAW dan sekaligus membina karakter siswa-siswi.

UPT SPF SMPN 50 yang berlokasi di Jl.Melayu Kecamatan Wajo Kota Makassar, menggelar Maulid Nabi Muhammad SAW 1143 H/17 November 2021 kemarin.

Dengan Tema “Terwujudnya karakter kesopanan, kejujuran, dan kepedulian bagi peserta didik dalam Merah Bintang.”

Dihadiri oleh Ustadz Dr. H. Munir S. A
AG., M. AG dan selaku kepala UPT SMPN 6 Makassar, kepala sekolah, guru, orangtua siswa, Kapolsek yang diwakili kamtibmas, Danramil yang diwakili babinsa, kepala pemerintahan Kecamatan. Wajo, Ketua PGRI Kec. Wajo, Ketua Komite, Ketua MKKS dan seluruh kepala sekolah SMP Baru di Kota Makassar.

Sambutan Kepala UPT Abd. Azis Hasan, S.Pd.,MM menurutnya peringatan maulid Nabi Muhammad SAW sangat penting bagi para siswa sebagai momentum keteladanan ” kita harus menjunjung nilai-nilai keteladanan Rasullah SAW wajib untuk di ikuti oleh umatnya terlebih sebagai pelajar yang sifat dan perilaku mengedepankan akhlak” ucapnya

Sementara itu Siraman Rohani yang dibawakan oleh Ustadz Dr. H. Munir S. AG., M. AG dan selaku Kepala SMPN 6 menyebutkan momentum peringatan Nabi Muhammad SAW merupakan rasa cinta kita kepada baginda Nabi.

Lebih lanjut Ustadz mengajak kepada seluruh siswa untuk senantiasa mencontoh tauladani kehidupan dan akhlaknya nqbi dalam hidup dan kehidupan sehari-hari ” nabi adalah sebagai uswatun hasanah yakni contoh tauladan yang baik bagimu , untuk itu marilah kita mecontoh akhlaknya nabi dalam kehidupan sehari-hari ” tegasnya

Ia juga menceritakan membangun karakter Siswa sejak dini , apabila anak tersebut tidak bertanya dan menanyakan seperlunya begitupun sebaliknya ” jika ada salah satu anak yang menyimak dan bicara seperlunya maka itulah karakternya begitupun sebaliknya kalau siswa sering bertanya maka itu anak tidak masuk dalam pikiran mereka” paparnya

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *